Jayapura, Nokenlive.com

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, melalui Direktur Reserse Narkoba Kombes Polisi Alfian kepada wartawan mengatakan, sampai bulan Desember 2022 ini ada peningkatan dalam penanganan kasus penyalagunaan narkoba dibanding Tahun 2021 lalu.
“Tahun 2021 lalu jumlah kasus narkoba sebanyak 220 kasus, sedangkan memasuki akhir tahun 2022 ada sekitar 260 kasus,” jelas Dirnarkoba Polda Papua, Kombes Pol Alfian saat dijumpai wartawan nokenlive.com usai hadiri wisuda Kampus Stie Port Numbay, disalah satu hotel ternama dijantung kota Jayapura, Sabtu, (17/12/22).
“Jadi kasus narkoba tahun 2022 ada kenaikan sekitar 40 persen,” singkat Kombes Pol Alfian.
Dirnarkoba Kombes Pol Alfian mengatakan, rata-rata kasus narkoba ditangani pihaknya didominasi oleh narkotika jenis ganja.
“Narkotika jenis ganja paling banyak berasal negara tetangga Papua New Guinea yang masuk ke Papua melalui kawasan perbatasan maupun jalur pelabuhan laut,” ujarnya.
Sangat disayangkan beberapa daerah di Papua, barang haram asal negara tetangga PNG tersebut ditemukan ditanaman oleh warga Papua sendiri yakni di kabupaten Jayapura, Keerom, dan Pegunungan Bintang.
Meningkatnya penyalagunaan narkoba jenis ganja di Papua, diakui Kombes Pol Alfian, lebih mudah didapat serta harganya yang relatif lebih murah.
Dan untuk narkotika Jenis Sabu paling banyak beredar di wilayah kabupaten Mimika daripada di wilayah lainnya di Papua, sebaliknya untuk narkotika ganja lebih banyak di Kota Jayapura dan beberapa daerah sekitarnya.
Untuk narkotika jenis sabu di Papua belum terlalu karena harganya yang cukup mahal sehingga susah dijangkau dan didapat oleh para pengguna tersebut.
Dirnarkoba Kombes Pol. Alfian harapkan peran serta masyarakat dan pemerintah daerah serta pihak keamanan ikut berpartisipasi aktif memberantas peredaran gelap narkoba di Papua.
Terutama daerah perkotaan yang sudah berkembang seperti kota Jayapura, kabupaten Jayapura, Timika, Wamena, Nabire dan Biak Numfor.
Guna terus menekan peredaran narkotika yang dilakukan orang orang tidak bertanggungjawab merusak masa depan jiwa penurus Papua, kami terus membangun koordinasi dan sinergitas dengan stekholder terkait terutama BNN Papua maupun di kabupaten kota serta lintas sektor lainnya.
Hal ini kami lakukan guna menekan dan memberantas peredaran narkotika dan obat terlarang yang sangat membahayakan bagi kehidupan masyarakat khususnya generasi muda penerus bangsa kita diatas tanah Papua.(ANDIKA PAMAN)





Apa komentar anda ?