Jayapura, Nokenlive.com – Sebagai bentuk kepedulian kasih yang di ajarkan Yesus Kristus kepada warga jemaat ditengah mengikuti aturan pemerintah dalam memutus mata rantai pandemi virus corona ditanah Papua. Gereja GKI Diaspora Kotaraja menyalurkan sembako kepada 115 kepala keluarga dari 6 wijk pelayanan, Senin (28/04/2020).
Penyaluran sembako ini merupakan program rumah diakonia sebagai pelayanan oleh gereja, dimana membantu warga jemaat yang benar-benar ikut berdampak dan adanya gereja juga merupakan mitra pemerintah yang ikut berpartisipasi dalam pelayanan kasih.
“Dasar dari semua adalah Kasih, rumah diakonia dan sembako ini adalah natura, partisipasi warga yang berkelebihan. Lalu teman-teman diakonia manatalayani, mengatur dengan baik dan diserahkan kepada jemaat yang butuhkan pertolongan,” kata Ketua PHMJ GKI Diaspora Kotaraja Pdt. Elieser G. Kwalepa, S.Th kepada wartawan.
Sementara itu, salah satu warga jemaat Ibu Melce Sapari mengaku bersyukur kepada Tuhan atas pemberiaan yang diberikan oleh GKI Diaspora ini. “Memang selama menjadi warga jemaat, gereja selalu berbagi dan membantu kami yang membutuhkan, apalagi adanya virus corona sangat berdampak. Saya berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan,” ucapnya.
Ditambahkan Wakil PHMJ GKI Diaspora Kotaraja Jan Jap Ormuseray mengaku pemberian sembako ini juga merupakan tindak lanjuti arahan klasis Jayapura yang meminta seluruh gereja dapat memperhatikan warganya dari dampak virus corona. Terlebih Tuhan mengajarkan kepada seluruh umat Tuhan agar terapkan Kasih pelayanan kepada sesama.
“Ini tahap pertama dan sumbangan dari warga jemaat ada telur, gula pasir, minyak goreng, beras, daun teh, kopi. Dan program ini rutin akan terus berjalan selama pandemi ini terus berusaha untuk ada keseimbangan antara warga jemaat, sehingga bisa makan minum, tidak ada yang kelaparan” ungkapnya.
Apalagi hampir sebagain warga jemaat berprofesi penghasilan rendah yang terdampak langsung dari pembatasan social yang diberlakukan pemerintah daerah. “Paling tidak ini perhatian pihak gereja kepada warga jemaat yang lagi kekurangan, terutama dampak dari virus. Apalagi ada banyak warga jemaat yang berpenghasilan rendah seperti ojek, penjual pinang, buruh bangunan, sangat berdampak,” tutupnya.
(Yod)





Apa komentar anda ?