JAYAPURA, Nokenlive.com – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Tenaga Kerja bergerak cepat merespons dinamika pasar kerja yang makin kompleks di ibu kota Provinsi Papua. Guna memperkuat fondasi ekonomi dan pemenuhan lapangan kerja, Pemkot Jayapura menggelar Sosialisasi Penyusunan Rencana Tenaga Kerja (RTK) Makro Tahun 2026 di kawasan Abepura, Kamis (5/11/2026).
Langkah strategis ini menjadi pijakan penting pemerintah daerah dalam mengarahkan kebijakan ketenagakerjaan berbasis data konkret. RTK Makro diposisikan sebagai pedoman utama untuk mengukur proyeksi pasokan dan permintaan tenaga kerja (supply and demand), mengurangi tingkat pengangguran terbuka, hingga menyelaraskan keterampilan SDM lokal dengan kebutuhan industri maupun dunia usaha di Kota Jayapura.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura, Jhoni Naa, menegaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan menyamakan persepsi antar-instansi teknis mengenai urgensi dan mekanisme teknis penyusunan dokumen RTK Makro.
“Mewakili Kepala Daerah, kami memandang kegiatan ini sebagai langkah konkret dan strategis Pemerintah Kota Jayapura dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan yang kian kompleks. Kita butuh perencanaan yang terukur agar angkatan kerja kita mampu terserap secara optimal,” tegas Jhoni Naa saat memberikan keterangan kepada media di sela-sela kegiatan.
Agenda sosialisasi yang mengusung tema “Penyusunan Rencana Tenaga Kerja Makro di Kota Jayapura Tahun 2026” ini menghadirkan narasumber ahli ketenagakerjaan, Widyantoro Mukti Raharjo.
Dalam pemaparannya, penyusunan dokumen RTK Makro membutuhkan integrasi data yang akurat dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Data tersebut mencakup pertumbuhan penduduk usia kerja, statistik keahlian, tren lapangan usaha dominan, hingga potensi penyerapan sektor formal dan informal di Jayapura.
Sebanyak 20 peserta terundang mengikuti pembekalan intensif ini secara interaktif. Kehadiran peserta dari berbagai unsur instansi teknis diharapkan dapat mempercepat pengumpulan indikator makro yang valid demi menopang arah pembangunan daerah 2026.
Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Jayapura, serta jajaran aparatur sipil negara (ASN) dan staf teknis di lingkungan Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura.
Melalui penyusunan RTK Makro 2026 yang matang, Pemkot Jayapura optimistis dapat melahirkan kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif—tidak hanya menekan angka pengangguran, tetapi juga memicu pertumbuhan ekonomi lokal yang berdaya saing tinggi di Tanah Papua.
Melviandres Pamanggori





Apa komentar anda ?