Jayapura, Nokenlive.com – Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua Frist Ramandey mengaku sangat menyenyangkan aksi demo yang berakhir rusuh di beberapa kota di Papua dan Papua Barat.
“Kami menyesalkan aksi demo anarkis yang berunjung jatuhnya korban jiw a dan harta benda yang.tidak sedikit,” ungkap Frist Ramandey usai menjengkuk para korban rusu Weana di RS. Bayangkara (24/09).
Menurut Frist Aksi demo besar-besaran di Papua ini di picu.masalah rasis di Surabaya. UU menjamin menyampaikan pendapat dimuka umum namun tidak boleh anarkis.
“Demo itu di jamin UU, tapi tidak anarkis, kalau anarkis maka harus bertanggung jawab secara hukum,” Kata Frist Ramandey.
Saat ini lanjut Frist, Komnas HAM telah membentuk TIM investigasi untuk turun ke Jayapura, Wamena, Manokwari, Sorong, Surabaya, Makasar dan Manado dan hasilnya masih di tunggu.
Lanjut Frist pada insiden rusu di Waena 700 orang di tangkap, namun melalui negosiasi yang panjang mereka di bebas tadi siang dan Gubernur sendiri hadir di Mako Brimob.
“Tadi di Mako Brimob Gubernur meminta mahasiswa untuk tidak lagi melakukan aksi demo anarkis, namun berpikir kuliah karena masa depan Papua ada di tangan mereka,” Kata Frist Ramandey.
Sementara itu Kabid Humas Polda Papua Kombel Pol Ahmad Mustofa Kamal di RS. Bayangkara mengatakan, Untuk demo rusus pada Senin (23/09) yang terjadi di Waena dan Wamena menyebabkan jatuhnya korban jiwa yang tidak sedikit.
Untuk Waena Jayapura 1 Anggota TNI gugur, 3 warga sipil tewas dan 6 Polisi luka-luka sedang untuk di Wamena Jayawijaya jumlah korban jiwa 23 orang dan korban luka 64 orang.
(JW)





Apa komentar anda ?