Serui, Nokenlive.com – Sekelompok massa yang tergabung dalam solidaritas masyarakat Yapen peduli demokrasi melakukan aksi unjuk rasa di pelataran tugu perjuangan Serui, senin (16/9/2019). dua orang peserta diamankan Polisi karena diduga telah memprovokasi masyarakat dengan tudingan yang tidak relevan.
Berdasarkan pantauan awak media ini, puluhan masyarakat berkumpul di pelataran tugu perjuangan menyampaikan orasinya dengan pengeras suara, mereka juga membentangkan beberapa spanduk yang sebagian ditulis dengan kalimat bahasa Inggris.
Kapolres kepulauan Yapen bersama Dandim 1709/YAWA yang sebelumnya baru selesai melakukan Apel gabungan di Mapolres Kepulauan Yapen langsung turun kelokasi untuk mengamakan berlangsungnya aksi.
Dihapan pendemo Dandim 1709/YAWA Letkol Inf Leon Pangaribuan coba menjelaskan beberapa hal tentang tuntutan yang ditulis di spanduk pendemo, termasuk sikap akhir dari Persekutuan Bangsa Bangsa (PBB).
Namun dia menegaskan dalam tulisan spanduk tersebut ada tudingan yang tidak benar dimana hal itu sangat menyesatkan masyarakat.
ketegangan terjadi ketika Dandim Leon Pangaribuan menanyakan isi dari aspirasi pendemo, anehnya bebebara peserta yang ditanya tidak dapat menjawab pertanyaan Dandim.
Merasa aneh atas ketidak tahuan para peserta demo, Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Penri Erison kembali menanyakan dasar dari tudingan tersebut kepada kordinator aksi Edison kendi.
Edison berdalih bahwa kejadian itu pernah terjadi di yapen namun tidak dapat menjawab kapan dan dimana persis kejadian itu terjadi.
Mendengar pernyatan Edison, kapolres langsung berang dan menyuruh aksi tersebut di bubarkan karena tidak menyampaikan aspirasi yang berdasar.
Atas kejadian tersebut dua orang peserta aksi dimankan ke Polres Yapen yakni kordinator aksi bersama salah seorang peserta untuk dimintai keterangan. Massa yang sebelumnya berontak atas pengamanan tersebut berangsur dapat di tenangkan oleh pihak keamanan.
(Richard Situmorang)





Apa komentar anda ?