Serui, Nokenlive.com – Kapolres yapen AKBP Penri Erison dan Dandim 1709/YAWA Letkol Inf Leon Pangaribuan yang turun langsung di tengah-tegah aksi demo terpaksa membubarkan secara tegas para masyarakat yang melakukan aksi tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak keamanan, bertempat di halaman taman pelataran tugu perjuangan.Senin (16/9).
Dalam orasi dari koordinator aksi inisial “EK” yang berujung ketegangan ini, Dandim melihat adanya tulisan-tulisan yang masyarakat tidak mengetahuinya dan di anggap provokator masyarakat. “tulisan-tulisan ini tidak benar, apa kalian pahan akan arti semua tulisan yang di pegang ini termasuk tuntut sidang PBB, saya ingatkan PBB sudah putuskan papua sampai kapanpun adalah NKRI”.tegas Dandim.
Sementara itu di tempat terpisah tepatnya di Polres yapen AKBP Penri Erison menjelaskan kepada masyarakat yang berdatangan karena aksi mereka di bubarkan bahkan mengamankan beberapa koordinator yang di anggap memprovokasi masyarakat, ia katakan dalam melakukan harus adanya ijin terlebih dahulu. “kenapa tadi saya ambil tegas karena dalam orasi harus ada ijin, bapak ibu jangan kwatir karena kita hanya mintai keterangan kepada mereka”.ucap Kapolres.
Kapolres juga meminta kepada para masyarakat yang melakukan aksi ini agar
dapat mengajak masyarakat untuk pulang ke rumah masing-masing. “sekarang semuanya kembali kerumah dengan baik-baik, semua ini jangan dilakukan agar situasi dapat terus kondusif”.himbaunya.
Dalam kesempatan ini juga Kapolres AKBP Penri Erison dan Dandim 1709/YAWA menghimbau kepada masyarakat agar dapat bersama-sama bergandengan tangan guna dapat terus menciptakan situasi di yapen yang aman karena di serui adalah tanah damai.
Dari aksi ini, atas pantauan media situasi masyarakat sempat terhenti namun atas himbauan baik Polres maupun Kodim maka aktifitas masyarakat kembali berjalan dengan lancar seperti biasanya.
(Eman)





Apa komentar anda ?