Karubaga, Nokenlive.com – Bupati Tolikara Usman G.Wanimbo,SE,M.Si saat ini tengah memulai pembangunan Rumah Dinas Bupati Tolikara di Kimibur Karubaga. Rumah Dinas Bupati Tolikara yang pernah dibagun Pemerintah Daerah Tolikara pada tahun 2007 namun dibakar masa pendukung salah satu calon Bupati yang tidak menerima hasil pemilu saat pemilihan Bupati Tolikara tahun 2012 itu akan segera dibagun kembali pada tahun anggaran 2019 ini di lokasi yang sama.
Sebagai tanda dimulainya pembangunan Rumah Dinas Bupati Tolikara, Kontraktor yang mengerjakan kegiatan ini menggelar acara masak bakar batu bersama dengan pemilik hak ulayat masyarakat setempat di kimibur sabtu,14/09/2019 pekan kemarin.
Direktur atau kontraktor Daud pada acara bakar batu makan bersama masyarakat pemilik hak ulayat di kimibur mengatakan Kami menyampaikan terimakasi yang sebanyak – banyaknya kepada seluruh masyarakat Tolikara terutama masyarakat pemilik hak ulayat lokasi pembangunan Rumah Dinas Bupati Tolikara di Kimibur. Karena saat ini kami diizinkan bekerja kembali membagun Rumah Dinas Bupati yang pernah dibakar masa salah satu calon yang tidak puas dengan hasil pilkada Bupati Tolikara tahun 2012 .
Dikatakannya menurut rencana pekerjaan ini dikerjakan dalam satu tahun Anggaran berjalan tahap pertama. Besar harapan kami kepada masyarakat pemilik hak ulayat bahkan seluruh masyarakat Tolikara mendukung pembangunan ini,sehingga selesai tepat waktu dengan baik dan lancar.
“kami mengelar acara masak bakar batu makan bersama dengan masakan ala suku dani dengan masyarakat pemilik hak ulayat dan masyarakat sekitar lokasi bertanda dimulainya pembangunan rumah Dinas Bupati”. Ujar Kontraktor Daud.
Dalam acara bakar batu itu dihadiri Sekda Tolikara Anton warkawani,SE diwakili Kadiskominfo Tolikara Derwes yikwa.
Menanggapi semua usulan masyarakat pemilik hak ulayat itu Kadiskominfo Derwes yikwa megatakan semua usulan itu akan disampaikan kepada pimpinan daerah untuk dibahas dan selanjutnya dipenuhi sesuai dengan kemampuan daerah tentu dengan memperhatikan kebutuhan daerah.
Selain masyarakat pemilik hak ulayat dalam acara bakar batu itu dihadiri tokoh agama dari gereja GIDI setempat, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan beberapa kepala suku setempat, turut menyaksikan perataan tanah di lokasi kimibur bertanda dimulainya pembangunan.
(Redaksi)








Apa komentar anda ?