Jayapura, Nokenlive.com – Peduli pendidikan terus diprioritaskan oleh banyak pemerhati pendidikan di tanah Papua. Salah satunya adalah Yohanes Nokuwo, kepala Desa kampung Atou, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai Provinsi Papua, langsung mengalurkan uang senilai 60 juta untuk mahasiswa dan pelajar yang berasal dari kampung itu.
Dana desa yang dicairkan oleh negara, sebagian dalam penggunaannya disalurkan untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua kedepan.
Penyerahan beasiswa tersebut berlangsung di Nabire, Sabtu, (27/7/2019) pukul 16.00 WIT.
“Melalui musyawarah, dana pendidiakan kampung Atou tahun 2019, 100 juta ditetapkan untuk biaya pendidikan. Namun terjadi pengurangan anggaran sehingga ditetapkan 66 juta untuk biaya pendidikan bagi para pelajar atau mahasiswa yang memenuhi syarat tertentu,”katanya kepada wartawan kemarin.
Sebenarnya, kata dia, dana tersebut berhak mendapatkan adalah bagi para mahasiswa semester akhir dan siswa SMA kelas III saja tetapi karena jumlah pelajar dan mahasiswa yang tidak terbatas maka saya bagi rata.
“Jumlah mahasiswa dan pelajar sebanyak 40-an lebih dan yang berhak mendapatkan beasiswa ini adalah meraka yang tingkat atas saja tetapi karena ada rasa kasihan sehingga lalui kesepakatan bersama, semuanya dapat bagian,”ujar Nokuwo.
Lanjut Nokuwo, dirinya sebagi pemimpin kampung Atou mengambil kebijakan privat untuk dana yang bersumber dari APBN itu harus dibagikan. Karena menurutnya, membangun SDM adalah suatu tindakan yang bersifat building untuk meningkat kualitas manusia untuk Papua kedepan.
“Oleh karena itu, dinas pendidikan kabupaten Dogiyai dan kabupaten juga jangan berdiam diri tetapi harus memberdayakan tenaga untuk Papua kedepan. Karena SDM adalah syarat utama membangun suatu bangsa bahkan negara,”dia menjelaskan.
Pemerintah Daerah harus menprogramkan beasiswa bagi para mahasiswa dan pelajar yang lantaran memilki surplus tertentu agar membantu mempermudahkan proses perkuliahan dan persekolahan pula membantu meringankan bedan orang tua.
“Banyak para orangtua yang berstatus tidak memiliki lapangan kerja (ekonomi lemah atau miskin) tetapi anak-anaknya memliki kemampuan yang amat luar biasa maka perlu didorong agar bisa memenuhi kebutuhan kuliah,”tambahnya.
Dirinya berharap agar kedepan, para mahasiswa dan pelajar harus memiliki Kartu Keluarga (KK) dan e-KTP.
“Persyaratan ini sebagai syarat prima untuk mendapat beasiswa,,”harapnya.
(Thiand)





Apa komentar anda ?