JAYAPURA, Nokenlive.com – Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., secara resmi membuka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tugas Umum Berkemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Hitam Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Papua, Senin (20/7/2026).
Pembukaan pendidikan ini menjadi langkah awal Polri dalam menyiapkan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Upacara tersebut dihadiri Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Alfred Papare, S.I.K., Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han., Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Dr. Gustav Robby Urbinas, S.H., S.I.K., Kepala BNN Provinsi Papua Brigjen Pol. Anang Triwiandoko, unsur TNI, pejabat utama Polda Papua, Bhayangkari Daerah Papua, serta seluruh peserta didik SPN Polda Papua.
Dalam amanat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri yang dibacakan Kapolda Papua, ditegaskan bahwa pendidikan pembentukan Bintara bukan hanya proses akademik, tetapi juga pembentukan karakter, moral, integritas, pengetahuan, keterampilan, dan profesionalisme agar setiap lulusan siap menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, khususnya pada fungsi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
Kapolda Papua mengatakan tantangan tugas kepolisian ke depan semakin kompleks sehingga setiap peserta didik dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga moralitas, integritas, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Pendidikan ini bukan sekadar membentuk seseorang menjadi anggota Polri, tetapi membentuk insan Bhayangkara yang berkarakter, berintegritas, humanis, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jadikan setiap proses pendidikan sebagai bekal untuk mengabdi kepada bangsa dan negara dengan penuh tanggung jawab,” tegas Irjen Pol. Patrige R. Renwarin.
Pada Tahun Anggaran 2026, Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Berkemampuan SPKT diikuti 4.792 peserta didik dari seluruh Indonesia. Jumlah tersebut terdiri atas 708 polisi wanita yang menjalani pendidikan di 10 lembaga pendidikan Polri dan 4.084 polisi laki-laki yang mengikuti pendidikan di 31 Sekolah Polisi Negara.
Program ini merupakan bagian dari strategi Polri untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat pelayanan kepolisian yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Papua juga menyoroti tema pendidikan tahun ini, yakni “Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif.”
Melalui tema tersebut, para peserta didik diharapkan mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas kepolisian.
Selain itu, Kapolda mengingatkan seluruh tenaga pendidik dan pengasuh agar menyelenggarakan proses pendidikan secara profesional, bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan, sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, bermartabat, dan mampu melahirkan personel Polri yang unggul serta dipercaya masyarakat.
Usai upacara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pengguntingan rambut dan penyiraman air kembang kepada perwakilan peserta didik sebagai simbol dimulainya Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026.
(Melviandres Pamanggori/Redaksi)





Apa komentar anda ?