Nabire, Nokenlive.com – Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Nabire mengatakan bahwa pihaknya merespon positif kedatangan tim komisi satu DPR Papua mengikuti acara tikar adat sekaligus menggelar tatap muka bersama BKD terkait kuota khusus jalur pengangkatan honorer kategori dua (K2) dan juga umum yang tengah diperjuangkan oleh DPRP komisi satu dan juga MRP Pansus Afirmasi bersama Lembaga Masyarakat Adat Provinsi Papua, guna menindak lanjuti kesepakatan bersama antara gubernur papua dan juga para bupati/walikota se-papua pada bulan oktober tahun 2018 silam yang telah menyepakati 7 poin, dan salahsatu diantaranya adalah pengangkatan tenaga honorer, kemudian pada pertemuan berikutnya diawal bulan mei tahun 2019 kemarin di istana negara bersama staf khusus presiden untuk papua yakni Lenis Kogoya tentang penyelesaian 12.447 tenaga honorer yang ada di tingkat provinsi dan juga kabupaten dan kota lainnya.
Menurut Samuel Warijo selaku Kepala BKD kabupaten nabire mengatakan bahwa menindak lanjuti pertemuan bersama pihak MRP dan juga DPRP minggu 30 juni 2019 kemarin, pihaknya bakal meneruskan hasil tatap muka tersebut kepada bupati sebagai pimpinan di daerah, guna mendapatkan respon terkait pengusulan pengangkatan tenaga honorer yang jumlahnya mencapai 1.200 orang. Kepala BKD nabire juga sampaikan bahwa banyaknya tenaga honorer di provinsi papua dan lebih khusus di nabire ini menjadi gejolak yang harus di selesaikan, sehingga menyikapi hal tersebut jajaranya bakal segera menindaklanjuti untuk segera dituntaskan.
Kemudian di tempat yang sama, anggota MRP dari pansus afirmasi dapil nabire mewakili umat katholik Fransiskus Tekege mengatakan bahwa terkait pengangkatan tenaga honorer ini juga menjadi tanggung jawab dari MRP lebih khusus pansus afirmasi, dan Tekege minta kepada BKD agar lebih mengutamakan putra asli nabire, karena menurut Frans terkait honorer yang diangkat ini sering menimbulkan kecemburuan social karena dilakukan demi kepentingan umum dan banyak anak asli yang dikesampingkan, kemudian dalam keberpihakan pemerintah pusat terhadap kuota khusus ini juga mewakili pihaknya minta agar moment ini dimanfaatkan kepada putra-putri asli di daerah diakomodir dalam pengangkatan sebagai honorer, ini dilakukan agar orang asli papua bisa menjadi tuan di negerinya sendiri.
Hadir dalam tatap muka bersama itu, anggota komisi satu DPR Papua Yonas Alfons Nussi dan juga Dolfina Dimara, kemudian anggota MRP Papua Edison Tanati yang juga sebagai ketua pansus afirmasi beserta anggota lainnya Frans Tekege bersama kepala BKD nabire Samuel Warijo, beserta tim honorer lainnya.
(RH)





Apa komentar anda ?