JAYAPURA, Nokenlive.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura mencatat realisasi fisik pelaksanaan program pembangunan pada triwulan I tahun anggaran 2026 mencapai 31,50 persen. Namun, serapan anggaran masih tergolong rendah, yakni baru menyentuh 15,76 persen dari total belanja langsung kegiatan.
Capaian tersebut terungkap dalam kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan triwulan I yang digelar di Aula Sian Soor Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (6/5/2026).
Monitoring ini melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna mengevaluasi progres fisik dan realisasi keuangan sejak Januari hingga Maret 2026.
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, SH., MH., menegaskan evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana dan mampu dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Hari ini kita melakukan monitoring bersama seluruh OPD untuk melihat sejauh mana kegiatan yang sudah dilaksanakan. Rata-rata capaian kegiatan sudah berada di angka 25 persen, meski masih ada beberapa OPD yang belum mencapai target,” ujarnya.

Abisai menekankan pentingnya peningkatan kinerja seluruh OPD sebagai ujung tombak pelayanan publik. Ia meminta setiap perangkat daerah bekerja lebih aktif dan mempercepat pelaksanaan program yang telah direncanakan.
“Pada monitoring berikutnya saya harap capaian kegiatan sudah berada di posisi 80 persen. Semua OPD harus lebih aktif bekerja dan menyelesaikan program yang sudah ditetapkan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa seluruh anggaran yang tersedia harus dimanfaatkan maksimal demi mendukung pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, OPD yang tidak mampu meningkatkan kinerja akan dievaluasi secara khusus oleh pemerintah daerah.
“Kalau kinerja tidak optimal dan tidak bisa diperbaiki, maka akan dilakukan pergantian,” kata Abisai.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Jayapura, Robby K. Awi, menjelaskan total anggaran belanja langsung kegiatan Pemkot Jayapura tahun 2026 mencapai Rp616,2 miliar.
Dari jumlah tersebut, realisasi fisik hingga triwulan I tercatat sebesar 31,50 persen, sedangkan realisasi keuangan baru 15,76 persen atau sekitar Rp97,1 miliar.
Anggaran itu digunakan untuk membiayai 212 program, 385 kegiatan, dan 1.167 subkegiatan di lingkungan Pemkot Jayapura.
“Dukungan kepala OPD kepada PPTK sangat penting agar progres fisik di lapangan dan realisasi keuangan bisa berjalan seimbang,” jelas Robby.

Berdasarkan rekapitulasi laporan melalui aplikasi SIREFKA per 20 April 2026, sebanyak 60 OPD telah mencapai realisasi fisik di atas 25 persen, sedangkan 23 OPD lainnya masih berada di bawah target.
Selain program reguler, Pemkot Jayapura juga memantau realisasi dana Otonomi Khusus (Otsus). Hingga triwulan I, realisasi fisik program Otsus baru mencapai 20,62 persen dan realisasi keuangan sebesar 6,98 persen atau Rp11,7 miliar dari total alokasi Rp168,7 miliar.
Dana Otsus tersebut dikelola oleh 21 OPD, satu rumah sakit, dan 14 puskesmas di lingkungan Pemkot Jayapura.
Pemkot berharap pada triwulan II nanti seluruh OPD dapat meningkatkan percepatan pelaksanaan program dan penyerapan anggaran sesuai target yang telah ditetapkan.
(Melviandres Pamanggori/Redaksi)





Apa komentar anda ?