JAYAPURA, Nokenlive.com – Benhur Tomi Mano (BTM) meminta kepengurusan baru Dewan Kesenian Wilayah Adat Tabi (DKWT) Kota Jayapura merangkul generasi muda untuk menjaga dan melestarikan seni serta budaya adat Port Numbay.
Pesan tersebut disampaikan BTM saat Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI DKWT Kota Jayapura yang berlangsung di Kotaraja, Distrik Abepura, Selasa (27/10/2026).
Musda kali ini mengusung tema “Meneguhkan Sinergi Seniman dan Pemerintah Daerah untuk Memajukan Ekosistem Seni Budaya Berkelanjutan”. Kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi organisasi sekaligus pemilihan pengurus DKWT Kota Jayapura periode 2026–2031.
BTM, yang menjabat Ketua DKWT Kota Jayapura periode 2020–2025, menegaskan pembangunan kota modern tidak boleh membuat masyarakat melupakan akar budaya dan adat istiadatnya.
“Kita boleh membangun gedung tinggi yang megah dan kawasan perkotaan modern dan sebagainya, tetapi jangan sampai melupakan budaya adat istiadatnya di Port Numbay Kota Jayapura, terutama bagi generasi muda kita yang ada di Kota Jayapura,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan baru mampu melibatkan generasi muda agar seni dan budaya Port Numbay tetap hidup serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, mengatakan seni memiliki peran penting dalam menunjukkan identitas suatu bangsa dan suku, termasuk masyarakat adat Port Numbay.
Ia meminta pengurus baru DKWT merangkul seluruh seniman, generasi muda, serta berbagai pihak di 10 kampung adat dan masyarakat Kota Jayapura.
“Kiranya Musda ke-VI ini dapat berjalan baik dan lancar serta melahirkan pemimpin yang mampu merangkul semua pelaku seni di wilayah adat Tabi di Negeri Matahari Terbit Port Numbay Kota Jayapura,” kata Abisai.
Musda tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Kesenian Tanah Papua (DKTP) Provinsi Papua, unsur Majelis Rakyat Papua (MRP), Polresta Jayapura Kota, Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta para seniman Port Numbay.
Ketua Panitia Musda ke-VI DKWT Kota Jayapura, Matius B. Mano, menjelaskan bahwa musda merupakan forum tertinggi organisasi untuk mengevaluasi program kerja, menyusun arah kebijakan, serta memilih kepengurusan baru periode 2026–2031.
“Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu mengevaluasi organisasi Dewan Kesenian Wilayah Adat Tabi Kota Jayapura, penyusunan program kerja kepengurusan yang baru, serta regenerasi kepemimpinan dan konsolidasi para seniman dengan berbagai pihak termasuk dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Musda diikuti 29 peserta, terdiri atas perwakilan 25 sanggar seni, satu orang perwakilan DKTP Provinsi Papua, serta tiga orang dari kepengurusan DKWT periode sebelumnya.
Melalui musda ini, diharapkan lahir kepengurusan yang mampu memperkuat kolaborasi antara seniman dan pemerintah daerah, sekaligus menjaga keberlangsungan seni dan budaya adat Port Numbay di tengah perkembangan Kota Jayapura.
(Melviandres Pamanggori)





Apa komentar anda ?