YALIMO, Nokenlive.com – Pemerintah Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, mengambil langkah taktis untuk memenuhi gizi anak sekolah dengan mengalokasikan Dana Otonomi Khusus (Otsus). Program makanan tambahan ini diinisiasi langsung oleh daerah sembari menunggu realisasi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bupati Yalimo, Nahor Nekwek, menegaskan bahwa program ini dirancang berbasis kearifan lokal dan pemberdayaan masyarakat sekitar. Seluruh proses pengolahan hingga penyajian makanan akan melibatkan pihak sekolah dan orang tua para siswa secara mandiri.
“Bisa pesan makan, makanan lokal itu, lalu anak-anak sekolah itu jam 9 dulu, ibu bapak guru kamu sudah pernah lakukan. Jadi masuk model itu. Mereka sendiri yang masak, mereka sendiri yang siapkan, dan mereka sendiri yang makan,” ujar Bupati Nahor di halaman Kantor Bupati Elelim, Senin (05/10/2026).
Kebijakan ini diambil sebagai solusi cepat di tengah dinamika penyaluran program nasional di sejumlah daerah. Melalui skema ini, Pemkab Yalimo tidak hanya fokus pada peningkatan gizi dan semangat belajar siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Bahan-bahan pangan yang digunakan wajib bersumber dari hasil tani masyarakat lokal setempat. Dengan demikian, perputaran uang tetap berada di dalam daerah dan dinikmati langsung oleh warga Yalimo.
“Uang itu tidak boleh lari, tapi masyarakat dapat. Itu akan kita lakukan, supaya coba kita buat kalau ini sukses, ya kita terus jalankan,” pungkasnya.
Pemkab Yalimo menargetkan program ini mulai berjalan tahun ini pada sejumlah sekolah terpilih. Jika uji coba ini menunjukkan hasil positif, pemkab berencana mempresentasikan model inovatif tersebut sebagai acuan bagi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) lainnya.
(ANAS/Redaksi)





Apa komentar anda ?