WAMENA, nokenlive.com — Kepedulian terhadap pembangunan rumah ibadah kembali diwujudkan melalui aksi sederhana namun penuh makna. DPRK Kabupaten Jayawijaya melalui Ketua Fraksi Baliem, Charles R. Huby, bersama Ketua Fraksi Garuda, Martinus Itlay, menyerahkan bantuan 10 sak semen kepada umat di Wilayah Husewa, Distrik Maima, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu (3/10/2026).
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung kepada umat sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan pagar gereja di Wilayah Husewa yang hingga kini masih dalam proses pengerjaan.

Bagi umat setempat, bantuan 10 sak semen bukan sekadar material bangunan. Di balik bantuan tersebut terdapat perhatian dan kepedulian terhadap kebutuhan umat yang tengah bergotong royong menyelesaikan pembangunan pagar gereja.
Pembangunan rumah ibadah tidak hanya berbicara tentang tembok, pagar, dan material bangunan. Lebih dari itu, gereja menjadi bagian penting dari kehidupan umat—menjadi tempat beribadah, berkumpul, serta memperkuat kebersamaan dan kehidupan sosial masyarakat.
Kehadiran DPRK Jayawijaya yang diwakili Charles R. Huby dan Martinus Itlay melalui bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan semangat tambahan bagi umat Wilayah Husewa untuk terus melanjutkan pembangunan hingga selesai.

Meski jumlah bantuan yang diberikan sederhana, semangat kepedulian yang menyertainya diharapkan menjadi kekuatan bagi umat. Sebab, pembangunan yang dikerjakan bersama dengan semangat gotong royong akan terasa lebih ringan ketika ada kepedulian dari berbagai pihak.
Bantuan itu sekaligus menjadi pesan bahwa pembangunan rumah ibadah merupakan tanggung jawab bersama. Sedikit bantuan yang diberikan dengan ketulusan dapat menjadi bagian penting dari sebuah perjuangan besar yang sedang dikerjakan umat.
Charles R. Huby dan Martinus Itlay berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban umat serta mendukung kelancaran pembangunan pagar gereja hingga rampung dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Dari Husewa, sebuah pesan sederhana kembali terlihat: kepedulian tidak selalu harus hadir dalam jumlah besar. Terkadang, 10 sak semen yang diberikan dengan ketulusan mampu menjadi tanda bahwa umat tidak berjalan sendirian.
(Redaksi DA)





Apa komentar anda ?