ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Senin, Oktober 5, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » John Gobai soroti rencana Dermaga Otakwa Rp38 Miliar

John Gobai soroti rencana Dermaga Otakwa Rp38 Miliar

Oleh : Noken Live
5 Oktober 2026
Di Papua Tengah
0
John Gobai soroti rencana Dermaga Otakwa Rp38 Miliar

Keterangan foto: Peta menunjukkan wilayah yang diidentifikasi mengalami pendangkalan di sekitar Pulau Tiga dan Muara Sungai Agimuga, Distrik Jita, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Kondisi alur pelayaran ini disebut menjadi salah satu kendala pelayanan kapal menuju Dermaga Sipu-Sipu. (Sumber foto: John NR Gobai)

NABIRE, nokenlive.com – Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah John NR Gobai mempertanyakan rencana Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah membangun dermaga Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) di Kampung Otakwa, Distrik Mimika Timur Jauh, dengan estimasi anggaran sementara sekitar Rp38 miliar lebih.

John mengatakan pembangunan infrastruktur transportasi patut diapresiasi apabila benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Namun, pemerintah juga perlu menjelaskan nasib Dermaga Sipu-Sipu di Distrik Jita yang telah tersedia tetapi belum optimal akibat kendala pendangkalan alur pelayaran.

“Menurut saya, persoalannya bukan semata-mata membangun dermaga baru. Persoalan yang lebih mendasar adalah bagaimana memastikan masyarakat Jita dan Agimuga mendapatkan akses transportasi laut yang aman, teratur, dan berkelanjutan,” kata John melalui rilis kepada Noken Live, Senin (5/10/2026).

Ia menjelaskan masyarakat Jita dan Agimuga selama ini masih menghadapi keterbatasan transportasi laut untuk menuju Kota Timika maupun sebaliknya. Kondisi geografis dan pendangkalan sungai serta wilayah pesisir menjadi salah satu hambatan mobilitas masyarakat.

John menyebut, ketika alur pelayaran dangkal, motoris dan penumpang bahkan harus turun dari perahu untuk mendorong armada yang kandas. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan alur pelayaran perlu menjadi bagian dari perhatian pemerintah.

“Jika transportasi laut merupakan kebutuhan dasar masyarakat, maka alur pelayaran juga harus menjadi bagian dari tanggung jawab pembangunan pemerintah,” ujarnya.

John mengungkapkan, saat masih menjabat sebagai Anggota DPR Papua, dirinya pernah memperjuangkan pelayanan transportasi laut masyarakat Jita dan wilayah sekitarnya kepada Kementerian Perhubungan RI di Jakarta. Upaya tersebut kemudian menghasilkan pelayanan kapal perintis KM Sabuk Nusantara 114.

Kapal tersebut pernah melayani rute dari Pelabuhan Pomako Timika menuju Sipu-Sipu, Agats hingga Merauke. Bahkan, saat KM Sabuk Nusantara 114 tiba di Jita, masyarakat menyambut kedatangan kapal dengan sukacita dan menggelar prosesi adat di Dermaga Sipu-Sipu.

“Bagi masyarakat Jita, kehadiran kapal tersebut bukan sekadar kedatangan sebuah kapal. Itu adalah harapan akan terbukanya akses transportasi yang lebih baik,” katanya.

Menurut John, pelayanan kapal perintis kemudian menghadapi kendala ketika KM Sabuk Nusantara 114 melakukan pelayaran dari Timika menuju Jita. Kapal kesulitan melanjutkan perjalanan karena terdapat sejumlah titik dangkal menuju Dermaga Sipu-Sipu.

Ia menyebut beberapa titik pendangkalan berada di sekitar Pulau Tiga menuju Sungai Muras Besar dan Sungai Agimuga. Berdasarkan pengamatannya, wilayah yang mengalami pendangkalan tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih 20 mil laut dengan sejumlah titik yang membutuhkan penanganan.

“Dermaganya ada, masyarakatnya membutuhkan kapal, kapal perintisnya pernah hadir, tetapi alur pelayarannya terkendala karena pendangkalan. Maka pertanyaannya, mengapa tidak fokus menyelesaikan persoalan alur pelayaran tersebut,” ujarnya.

John juga menyampaikan pesan yang pernah diterima dari Nahkoda KM Sabuk Nusantara 114 terkait keselamatan pelayaran. Menurutnya, pihak kapal memiliki keinginan melayani masyarakat Jita, tetapi keselamatan kapal dan penumpang menjadi pertimbangan utama.

Karena itu, ia mendorong pemerintah melakukan perbaikan muara, memastikan kedalaman alur pelayaran serta menyediakan rambu-rambu agar kapal dapat masuk dengan aman. John juga meminta Pemprov Papua Tengah, Pemkab Mimika, Kementerian Perhubungan dan PT Freeport Indonesia duduk bersama membahas persoalan tersebut.

“Perlu dilakukan kajian ilmiah dan teknis untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pendangkalan di wilayah tersebut. Dugaan mengenai kontribusi tailing terhadap proses pendangkalan harus dibuktikan melalui kajian teknis dan ilmiah yang terbuka, bukan sekadar asumsi,” katanya.

John mengusulkan survei hidrografi dan kajian sedimentasi untuk mengetahui titik pendangkalan serta kedalaman alur yang dibutuhkan kapal perintis. Hasil kajian tersebut kemudian menjadi dasar menentukan kebutuhan pengerukan.

Menurut dia, pengerukan tidak harus dilakukan terhadap seluruh wilayah. Pemerintah dapat memprioritaskan titik-titik tertentu yang menjadi hambatan utama agar tersedia alur pelayaran aman menuju Dermaga Sipu-Sipu.

“Memperbaiki, menghidupkan kembali, dan mengoptimalkan infrastruktur yang sudah ada juga merupakan bagian dari pembangunan,” ujarnya.

John menegaskan dirinya tidak mempertentangkan rencana pembangunan Dermaga Otakwa dengan pengembangan konektivitas Jita. Ia hanya meminta pemerintah memastikan setiap kebijakan pembangunan memiliki dasar kajian yang jelas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Jangan sampai kita sibuk membangun dermaga baru, sementara dermaga yang sudah ada dan sudah dinantikan masyarakat justru kita lupakan,” kata John.

(Vanny Janggo – Redaksi DA)

Tags: DPR Papua TengahPemerintah Kabupaten MimikaProvinsi Papua TengahWakil Ketua IV DPR Papua Tengah John NR Gobai
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Bupati Yalimo Laporkan Perjalanan Dinas ke Jakarta, Program 2.200 Rumah Jadi Perhatian

Berita Selanjutnya

Moment HUT ke 81 Gubernur MEPA apresiasi pengabdian TNI

Berita Terkait

Moment HUT ke 81 Gubernur MEPA apresiasi pengabdian TNI
Papua Tengah

Moment HUT ke 81 Gubernur MEPA apresiasi pengabdian TNI

Frans Bagau terpilih pimpin RT 014 Bumiwonorejo
Papua Tengah

Frans Bagau terpilih pimpin RT 014 Bumiwonorejo

Bapperida Papua Tengah Targetkan Serapan Anggaran 80–90 Persen di Akhir 2026
Papua Tengah

Bapperida Papua Tengah Targetkan Serapan Anggaran 80–90 Persen di Akhir 2026

Proyek Fisik Papua Tengah Terkendala Lahan
Papua Tengah

Proyek Fisik Papua Tengah Terkendala Lahan

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua