NABIRE, Nokenlive.com – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menekankan pentingnya penguatan ekonomi masyarakat sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi di Papua Tengah.
Menurut Meki Nawipa, pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun atau meningkatnya kepemilikan kendaraan. Pertumbuhan ekonomi harus berdampak langsung terhadap pendapatan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Bagaimana pendidikan itu menentukan kesehatan, dan menentukan kesejahteraan orang di daerah itu,” ujar Meki Nawipa, saat menyampaikan sambutan pada RAPIMPROV ke-II KADIN Papua Tengah. Kamis (24/9/2026)
Ia menjelaskan, ketika masyarakat tidak memiliki penghasilan yang cukup dan pelaku usaha lokal tidak berkembang, pertumbuhan ekonomi daerah akan tetap rendah. Kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Karena itu, Gubernur mendorong agar pembangunan ekonomi Papua Tengah tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat sektor usaha yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Gubernur Papua Tengah menilai pertumbuhan ekonomi Papua Tengah sangat berkaitan dengan kondisi ekonomi di masing-masing kabupaten. Aktivitas usaha masyarakat dan pelaku usaha lokal menjadi salah satu faktor penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Menurutnya, pemerintah provinsi membutuhkan dukungan aktif dari pemerintah kabupaten dan para pelaku usaha untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat.
Ia juga menyoroti tantangan Papua Tengah yang masih menghadapi tingginya biaya logistik. Kondisi tersebut membuat produk lokal sulit bersaing ketika dipasarkan ke luar Papua.
“Logistik mahal,” kata Meki Nawipa.
Ia mencontohkan, produk yang dikirim dari Papua Tengah ke wilayah lain harus mampu bersaing dari sisi harga, kualitas, hingga pemasaran. Jika biaya pengiriman terlalu tinggi, keuntungan pelaku usaha akan semakin kecil.
Karena itu, menurut Meki Nawipa, dibutuhkan kerja sama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan dunia usaha untuk membangun infrastruktur pendukung seperti pelabuhan, tempat penyimpanan, serta fasilitas distribusi.
Selain persoalan logistik, Gubernur juga mendorong masyarakat dan pengusaha lokal untuk membangun usaha secara berkelompok.
Ia menilai usaha yang dijalankan secara sendiri-sendiri sering menghadapi keterbatasan modal, produksi, maupun pemasaran. Sebaliknya, kerja sama dalam kelompok dinilai dapat memperkuat kapasitas usaha dan memperluas akses pasar.
“Kalau mau maju harus grup. Kalau sendiri, orang berbeda,” ujarnya.
Katanya, pemerintah Papua Tengah juga tengah menyiapkan sejumlah program ekonomi yang diarahkan untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah peternakan. Pemerintah berencana mengembangkan kandang ayam dan usaha produksi telur melalui pola kerja sama dengan masyarakat.
Program tersebut diharapkan tidak hanya menciptakan usaha baru, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat produksi pangan di daerah.
Dalam membangun usaha, Meki Nawipa menekankan pentingnya kejujuran, kesetiaan, kerja keras, dan konsistensi.
Menurutnya, dunia usaha membutuhkan kepercayaan. Tanpa kepercayaan antara pelaku usaha, mitra, dan pemerintah, kerja sama akan sulit berkembang.
“Kalau kita mau sukses, harus setia dan harus jujur. Harus kerja keras, disiplin,” tegasnya.
Meki juga mengingatkan pelaku usaha agar tidak hanya mengejar keuntungan dalam waktu singkat. Menurutnya, bisnis yang dibangun harus mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.
Ia mencontohkan produk kopi yang memiliki nilai jual tinggi ketika dikemas dan dipasarkan dengan baik. Produk lokal tidak harus langsung menjadi usaha besar, tetapi harus dibangun secara bertahap dan berkelanjutan.
“Harusnya buat sustainable business. Bisnis yang berkelanjutan. Kecil, tapi dia jauh. Kecil, tapi dia kuat. Kecil, tapi dia bertahan lama,” ujarnya.
Gubernur menegaskan, penguatan ekonomi Papua Tengah membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, pengusaha, dan masyarakat harus membangun kemitraan agar potensi ekonomi daerah dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Baginya, tujuan akhir pembangunan bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi memastikan masyarakat memiliki kesempatan untuk bekerja, berusaha, meningkatkan pendapatan, serta memperoleh kehidupan yang lebih sejahtera.
(ANAS/Redaksi)







Apa komentar anda ?