NABIRE, Nokenlive.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menjalankan sejumlah program pendidikan superprioritas pada 2026 untuk memperluas akses belajar dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui intervensi pendidikan bagi siswa di delapan kabupaten.
Sekretaris BAPPERIDA Papua Tengah Jimmy Adii, mengatakan, pemerintah melanjutkan program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) yang telah berjalan sejak 2025 sebagai salah satu bentuk intervensi pembangunan pendidikan yang menjadi prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur, yang bersumber dari data Lembar Persandingan Prioritas Gubernur Provinsi Papua Tengah yang di sinkronkan dengan RKPD PPT Tahun 2026
“Sekolah Sepanjang Hari sudah mulai berjalan dari tahun kemarin, 2025, dan berlanjut di tahun ini serta tahun-tahun selanjutnya,” kata Jimmy Adii kepada Noken Live di ruang kerjanya, Jumat (4/9/2026).
Selain SSH, pemerintah provinsi menjalankan pendidikan gratis sebagai bentuk dukungan terhadap anak-anak sekolah. Program tersebut menyasar jenjang SMP dan SMA di Kabupaten Nabire serta tujuh kabupaten lainnya.
“Pendidikan gratis ini merupakan bantuan atau intervensi kita dari provinsi untuk anak-anak sekolah, baik SMP maupun SMA yang ada di Kabupaten Nabire dan tujuh kabupaten lainnya,” ujar Jimmy.
Pemerintah juga merencanakan pembangunan asrama sekolah di setiap kabupaten untuk memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak dari wilayah yang membutuhkan dukungan fasilitas pendidikan dan akses tempat tinggal selama mengikuti pendidikan.
“Program pendidikan kita juga mencakup pembangunan asrama sekolah di setiap kabupaten, kemudian pengembangan kapasitas guru, program MAPEGA, program PPG dan boarding school bekerja sama dengan lembaga pendidikan,” jelas Jimmy.
Menurut dokumen sinkronisasi prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur dengan Rencana Kerja Perangkat Daerah 2026, pemerintah juga memasukkan rencana pendirian universitas dan pembangunan community college sebagai bagian dari agenda pengembangan pendidikan jangka panjang.
“Untuk universitas, sudah kami muat dalam RPJPD 20 tahun, kemudian dilanjutkan dalam RPJMD lima tahun, sehingga sekarang sedang dipersiapkan oleh Dinas Pendidikan,” katanya.
Jimmy menegaskan rangkaian program tersebut menunjukkan komitmen pemerintah provinsi membangun sektor pendidikan secara berkelanjutan, mulai dari pembiayaan siswa, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, penyediaan fasilitas hingga pengembangan pendidikan tinggi.
“Jadi, program-program ini menjadi bagian dari prioritas pemerintah provinsi untuk pendidikan, dan secara terperinci pelaksanaannya ada pada OPD terkait,” pungkas Jimmy.
(Vanny Janggo/Redaksi)







Apa komentar anda ?