NABIRE, Nokenlive.com – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Provinsi Papua Tengah memastikan 26 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjalankan program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur untuk mewujudkan Papua Tengah yang emas, harmonis, maju dan berkelanjutan melalui perencanaan pembangunan yang terarah.
Sekretaris BAPPERIDA Papua Tengah Jimmy Adii menjelaskan, jumlah OPD meningkat dari sebelumnya 22 menjadi 26 pada 2026, setelah pemerintah melakukan penataan organisasi dan memisahkan sejumlah urusan pemerintahan menjadi perangkat daerah tersendiri.
“Dari 22 OPD, sekarang pada tahun 2026 sudah menjadi 26 OPD. Beberapa urusan yang sebelumnya berada dalam satu kantor kemudian berdiri menjadi beberapa OPD,” kata Jimmy Adii kepada Noken Live di ruang kerjanya, Jumat (4/9/2026).
Jimmy mengatakan penataan tersebut berjalan seiring dengan agenda pembangunan Gubernur Meki Fritz Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley yang menerjemahkan visi Papua Tengah melalui tujuh misi pembangunan daerah.
“Visi Gubernur yakni mewujudkan Papua Tengah yang emas, harmonis, maju dan berkelanjutan. Dari visi tersebut kemudian ada tujuh misi yang menjadi dasar pelaksanaan program prioritas pemerintah provinsi,” ujarnya.
Pada sektor pendidikan, pemerintah menjalankan sejumlah program unggulan, termasuk Sekolah Sepanjang Hari, pendidikan gratis, pembangunan asrama sekolah setiap kabupaten, pengembangan kapasitas guru, MAPEGA, PPG, boarding school dan pembangunan community college.
“Sekolah Sepanjang Hari sudah mulai berjalan sejak 2025 dan berlanjut tahun ini. Pendidikan gratis juga menjadi intervensi provinsi untuk membantu anak-anak sekolah, baik SMP maupun SMA,” jelas Jimmy.
Selain pendidikan, program prioritas tersebar pada sektor kesehatan, PUPR, peternakan dan perkebunan, tanaman pangan, hortikultura dan ketahanan pangan, kelautan dan perikanan, tenaga kerja, sosial, perhubungan, komunikasi dan informatika.
“Untuk BAPPERIDA sendiri ada tiga program prioritas, yaitu peningkatan kapasitas SDM perencanaan, pendampingan peningkatan bidang riset dan inovasi daerah, serta rapat koordinasi perencanaan pembangunan daerah,” katanya.
Jimmy menilai peningkatan kapasitas SDM perencanaan penting karena aparatur yang bekerja dalam bidang perencanaan berasal dari berbagai latar belakang dan wilayah. Program tersebut dijadwalkan berlangsung September 2026 untuk memperkuat kemampuan perencanaan pembangunan.
“Khusus peningkatan kapasitas SDM perencanaan, ini sangat penting bagi kami di BAPPERIDA. Kegiatannya sudah terjadwal dan tahun ini akan dilaksanakan pada September,” pungkas Jimmy.
(Vanny Janggo/Redaksi)







Apa komentar anda ?