NABIRE, nokenlive.com – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melakukan monitoring dan evaluasi (monev) implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) pada delapan puskesmas lokus di delapan kabupaten.
Monev tersebut dilaksanakan pada 26-29 Agustus 2026 sebagai tindak lanjut On the Job Training (OJT) ILP yang sebelumnya diberikan kepada tenaga kesehatan pada awal 2026.

Kegiatan dilakukan untuk memastikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh tenaga kesehatan melalui OJT benar-benar diterapkan dalam pelayanan kesehatan primer di tingkat Puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah dr. Agus Chan mengarahkan pelaksanaan monev yang dikoordinasikan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Yan Tenouye.
Delapan Puskesmas yang menjadi lokus monev yakni Puskesmas Topo, Wanggar, Moanemani, Wahgete, Enarotali, Bilogai, Sinak, dan Mulia.

Tim monev melihat secara langsung berbagai aspek implementasi ILP, mulai dari pelayanan berdasarkan siklus hidup, integrasi layanan, tata kelola hingga kesiapan sumber daya manusia.
Selain itu, evaluasi mencakup sarana dan prasarana, pencatatan dan pelaporan, serta keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan primer.

Hasil monev akan digunakan untuk memetakan capaian, kendala, kesenjangan, serta kebutuhan masing-masing Puskesmas sebagai dasar penyusunan strategi penguatan ILP di Papua Tengah.
Dinas Kesehatan Papua Tengah berharap evaluasi tersebut dapat memastikan ILP tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan dan diperkuat secara berkelanjutan di seluruh Puskesmas.
(Vanny Janggo – Redaksi DA)







Apa komentar anda ?