NABIRE, Nokenlive.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Kabupaten Nabire, Papua Tengah, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Peringatan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Nabire, ditambah kondisi atmosfer yang disebut mendukung terjadinya kebakaran dengan cepat.
Kepala Stasiun Meteorologi kelas III Nabire, Husein, mengatakan kondisi atmosfer global saat ini dipengaruhi fenomena El Nino yang berada pada kategori sangat kuat.
“Kalau kita lihat dari indeks Nino-3.4 berkisar plus 2,77. Ini mengindikasikan bahwa El Nino masuk kategori sangat kuat atau very strong,” ujar Husein. Pada rapat penanggulangan Kebakaran Oleh Pemprov Papua Tengah yang di pimpin Pj Sekda, Silwanus Soemoele. Jumat (21/8/2026)
Menurutnya, berdasarkan prediksi BMKG, kondisi El Nino masih berpotensi berlangsung hingga akhir 2026 dan dapat berlanjut hingga awal 2027. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kekeringan dan risiko terjadinya kebakaran di sejumlah wilayah.
Husein mengungkapkan, berdasarkan data pemantauan BMKG periode 10 hingga 19 Agustus 2026, terdeteksi sekitar 246 titik panas di wilayah Papua Tengah, dengan 113 titik di antaranya berada di Kabupaten Nabire.
Sementara pada 20 Agustus 2026, BMKG kembali mendeteksi sekitar 224 titik panas.
Menurut Husein, tingginya jumlah hotspot dalam satu hari menjadi perhatian serius karena menunjukkan peningkatan aktivitas titik panas yang cukup signifikan.
“Kita bisa ketahui dari data ini, satu hari kejadian hotspot sudah hampir menyamai data 10 hari kejadian hotspot. Ini menjadi kewaspadaan kita bersama,” katanya.
Selain peningkatan hotspot, kondisi tingkat kemudahan terbakar di sejumlah wilayah Papua Tengah juga menjadi perhatian BMKG.

Husein mengatakan Kabupaten Nabire termasuk wilayah yang memiliki potensi sangat tinggi untuk terjadinya kebakaran.
Dalam kondisi seperti ini, sumber api kecil sekalipun dapat dengan cepat memicu kebakaran, terutama pada lahan yang kering.
“Ketika masyarakat terkena api sedikit saja, itu akan sangat mudah terbakar. Baik puntung rokok maupun membakar sampah di lahan, ini sangat memudahkan terjadinya kebakaran,” jelasnya.
Karena itu, BMKG meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api, terutama selama kondisi cuaca kering.
Masyarakat diminta tidak membakar sampah sembarangan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.
BMKG juga mengimbau warga segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran kepada BPBD Kabupaten Nabire maupun BPBD Provinsi Papua Tengah agar dapat ditangani secepatnya.
“Jika ada potensi-potensi kebakaran, segera berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Nabire maupun Provinsi Papua Tengah,” imbaunya.
BMKG mengajak masyarakat terus mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG untuk mengetahui perkembangan kondisi atmosfer dan potensi kebakaran di wilayah masing-masing.
Redaksi







Apa komentar anda ?