NABIRE, Nokenlive.com – Kebakaran lahan terjadi di sekitar kawasan Bandara Douw Aturure, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Asap tebal dari kebakaran lahan mulai mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi berdampak terhadap aktivitas penerbangan.
Kabagdalops Roops Polda Papua Tengah, Kompol Umbu Sairo, mengatakan kepolisian bersama jajaran Polres Nabire langsung turun ke lokasi untuk membantu melakukan pemadaman.
“Ini kita langsung turun untuk melaksanakan pemadaman lahan. Karena kondisi ini sudah menjadi bencana, kami bersama anggota Polres Nabire melakukan pemadaman api,” ujar Kompol Umbu Sairo. Jumat (21/8/2026)
Ia menjelaskan, lokasi kebakaran berada sekitar satu kilometer dari Bandara Douw Aturure. Petugas menemukan sedikitnya 10 titik api yang harus segera ditangani agar tidak meluas.
Untuk mengendalikan kebakaran, kepolisian mengerahkan lima armada serta sekitar 75 personel gabungan. Mereka terdiri dari personel Brimob, Satgas, jajaran Polres Nabire hingga Polsek.
“Kita turunkan sekitar 75 personel untuk hari ini. Ada lima armada yang digunakan untuk mendukung proses pemadaman,” katanya.
Sementara itu, warga Kampung Bumi Mulia, Nabire, Sahid Nur Ismail, mengaku khawatir dengan kepulan asap akibat kebakaran lahan, terutama karena kondisi cuaca yang kering dan banyaknya rumput yang mudah terbakar.
Menurutnya, asap tebal tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan, terutama anak-anak.

“Saya punya anak kecil. Asap ini polusi. Saya tidak mau sampai terjadi apa-apa karena ada orang yang membakar lahan sembarangan, apalagi rumput sedang kering,” ujarnya.
Ia mengaku langsung turun ke lokasi setelah melihat asap semakin tebal dan api mulai menjalar ke sejumlah area.
“Saya lihat ke arah sini asap sudah naik dan semakin tebal. Saya langsung telepon orang di rumah karena khawatir, kemudian saya turun untuk mengecek langsung,” katanya.
Kompol Umbu Sairo mengimbau masyarakat Nabire agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terlebih pada musim kemarau ketika kondisi lahan dan rumput mudah terbakar.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dan lahan. Jangan membakar lahan secara sembarangan. Ini untuk menjaga lingkungan dan kesehatan kita bersama,” tegasnya.
Kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas.
REDAKSI







Apa komentar anda ?