SENTANI, nokenlive.com – Di saat sebagian besar warga terlelap, Bupati Jayapura, Provinsi Papua, Yunus Wonda justru bergerak dari satu fasilitas kesehatan ke fasilitas kesehatan lainnya untuk memastikan anak-anak yang diduga mengalami keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar segera mendapat penanganan terbaik.
Setelah menerima laporan adanya dugaan keracunan, Rabu (5/8) dini hari, Yunus Wonda langsung mengerahkan seluruh fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Jayapura agar memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh anak maupun masyarakat yang terdampak.

Bupati mendatangi Puskesmas Waibhu, Puskesmas Sentani Kota, Puskesmas Harapan hingga RSUD Yowari. Di setiap lokasi, ia menyapa anak-anak yang sedang menjalani perawatan, berdialog dengan orang tua, sekaligus memastikan tenaga kesehatan bekerja optimal.
Saat ditemui nokenlive.com di Puskesmas Harapan, Distrik Sentani Timur, sekitar pukul 00.00 WIT, Yunus Wonda menegaskan bahwa keselamatan masyarakat, terutama anak-anak, menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Begitu menerima informasi, kata Yunus Wonda, dirinya langsung memerintahkan seluruh jajaran terkait untuk bergerak cepat agar tidak ada pasien yang terlambat memperoleh pelayanan medis.
Menurutnya, seluruh puskesmas dan rumah sakit milik pemerintah daerah diminta membuka pelayanan secara maksimal, sementara tenaga kesehatan disiagakan untuk menangani seluruh pasien yang datang.

Bupati juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan pendataan terhadap seluruh korban yang diduga terdampak.
Ia menjelaskan bahwa jumlah korban masih terus diperbarui oleh instansi teknis. Setelah proses pendataan selesai dan seluruh informasi tervalidasi, pemerintah akan menyampaikan data resmi kepada masyarakat.

Usai mengunjungi Puskesmas Harapan, Yunus Wonda kembali melanjutkan kunjungan kerjanya ke RSUD Yowari untuk memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis yang cepat dan memadai. Kehadirannya hingga larut malam menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan rasa aman dan memastikan tidak ada warga yang menghadapi situasi darurat seorang diri.
(Agustina Estevani Janggo – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?