NABIRE, Nokenlive.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Polda Papua Tengah berlangsung meriah dengan digelarnya lomba balap motor tempel Yamaha 15 HP di Pantai Nabire. Ajang yang berlangsung selama dua hari ini tidak hanya menyuguhkan adu kecepatan di lintasan air, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan antara masyarakat dan aparat kepolisian.
Dari total 27 peserta yang ambil bagian, Jefry Bisai tampil sebagai yang terbaik setelah menunjukkan performa impresif di babak final. Dengan kecepatan dan ketangkasan mengendalikan perahu, ia berhasil finis terdepan dan mengunci posisi juara pertama.
Persaingan berlangsung ketat sejak awal lomba. Elisa Aronggear yang tampil konsisten harus puas di posisi kedua, sementara Markus Waroy menempati posisi ketiga dengan strategi balap yang solid.
Kapolda Papua Tengah, Jermias Rontini, memberikan apresiasi atas semangat dan sportivitas seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga wadah membangun karakter dan mempererat hubungan sosial.
“Kemenangan tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga kerja keras, disiplin, dan kejujuran dalam bertanding,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan Polri dengan masyarakat sekaligus membuka ruang bagi lahirnya talenta-talenta lokal di bidang olahraga air. Ia juga berharap para pemenang dapat terus mengembangkan kemampuan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda di Papua Tengah.

Selain aspek olahraga, Kapolda turut menyoroti pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Ia mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah ke laut serta menjaga ekosistem demi mendukung potensi pariwisata daerah.
“Dengan laut yang bersih dan aman, pariwisata Papua Tengah bisa berkembang dan dikenal lebih luas,” tambahnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Jefry Bisai berhak membawa pulang hadiah utama berupa satu unit motor tempel 15 HP. Sementara Elisa Aronggear memperoleh satu unit sepeda motor, dan Markus Waroy menerima hadiah uang tunai sebesar Rp15 juta.
Lomba motor tempel ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan dalam perayaan HUT, tetapi juga berperan sebagai sarana promosi wisata bahari serta memperkuat budaya maritim masyarakat Papua Tengah.
(Lisa/Redaksi)







Apa komentar anda ?