ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Kamis, April 23, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » BMKG Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem, Pemprov Papua Pegunungan Siaga Hadapi Kemarau Panjang

BMKG Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem, Pemprov Papua Pegunungan Siaga Hadapi Kemarau Panjang

Oleh : Nokenlive
23 April 2026
Di Kabar Daerah, Kabar Port Numbay, Nasional, Papua Pegunungan, Provinsi Papua
0
BMKG Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem, Pemprov Papua Pegunungan Siaga Hadapi Kemarau Panjang

Foto : Tundemin Keterangan Foto: Tampilan monitor radar BMKG Wamena yang menunjukkan sebaran curah hujan di wilayah Provinsi Papua Pegunungan saat rapat koordinasi di Kantor Gubernur, Kamis (23/04/2026).

WAMENA.Nokenlive.com – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan memperkuat langkah antisipasi menghadapi perubahan cuaca ekstrem dan potensi bencana dengan menggelar rapat koordinasi bersama BMKG Wamena di Kantor Gubernur Papua Pegunungan, lantai III, Kamis (23/04/2026).

Pertemuan tersebut membahas kondisi cuaca terkini serta proyeksi musim dalam beberapa bulan ke depan, termasuk ancaman banjir, longsor, kebakaran lahan, dan musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Perwakilan BMKG Wamena, Laura Silpa M. Runggeari, menjelaskan bahwa curah hujan pada malam sebelumnya berada dalam kategori sedang hingga lebat dan terjadi hampir di seluruh wilayah Papua Pegunungan.

“Pada malam hari kemarin kondisi curah hujan di kategori sedang hingga lebat dan hampir terjadi di seluruh Provinsi Papua Pegunungan,” ujarnya.

Foto : Tundemin
Keterangan Foto: Perwakilan BMKG Wamena, Laura Silpa M. Runggeari, menjelaskan proyeksi musim kemarau panjang tahun 2026 yang dipengaruhi fenomena El Niño serta potensi dampaknya bagi wilayah Papua Pegunungan.

Menurut Laura, beberapa daerah yang terdampak hujan cukup tinggi antara lain Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya, dan Tolikara. Kondisi tersebut dipengaruhi masa transisi dari puncak musim hujan menuju musim kemarau yang lazim terjadi pada April.

“Kondisi ini sendiri terjadi akibat di bulan April merupakan bulan-bulan masa peralihan dari musim puncak hujan ke musim kemarau,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama masa pancaroba, baik saat beraktivitas di rumah maupun di luar rumah.

“Perlu untuk masyarakat terus antisipasi terkait kondisi ini. Masyarakat perlu berhati-hati dalam melakukan aktivitas, baik di dalam lingkungan rumah ataupun di luar lingkungan rumah sendiri,” katanya.

BMKG Wamena juga memprediksi awal musim kemarau akan dimulai pada minggu ketiga Mei 2026. Pada tahun ini, kondisi iklim turut dipengaruhi fenomena El Niño yang berpotensi memperpanjang musim kering.

“Di tahun 2026 ini kita ada salah satu fenomena yang disebut El Nino. Namun perlu diketahui El Nino dan juga musim kemarau adalah dua hal yang berbeda, namun di tahun ini fenomena tersebut terjadi bersamaan dengan musim kemarau,” terang Laura.

Ia mengatakan, musim kemarau yang biasanya berlangsung sekitar tiga bulan di wilayah pegunungan kini diprediksi menjadi tiga hingga lima bulan. Khusus Kabupaten Nduga dan Lanny Jaya, musim kemarau diperkirakan berlangsung lebih dari lima bulan, yakni dari Mei hingga September 2026.

Foto : Tundemin
Keterangan Foto: Staf Ahli Gubernur Bidang SDM Provinsi Papua Pegunungan, Deli Wandik, S.Pd., M.Si, memberikan keterangan mengenai kesiapan pemerintah provinsi dalam mengantisipasi cuaca ekstrem dan potensi bencana di delapan kabupaten.

“Artinya musim kemarau yang biasanya kita alami tiga bulan, di tahun 2026 BMKG Wamena memprediksi akan terjadi sekitar tiga sampai lima bulan ke depan, dan khusus untuk Kabupaten Nduga dan Lanny Jaya diprediksi lebih dari lima bulan,” ungkapnya.

Selain itu, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar saat musim kemarau tiba karena berisiko menimbulkan kebakaran yang dapat merugikan banyak pihak.

“Kami menghimbau saat musim kering atau musim kemarau, masyarakat tidak membakar lahan. Jangan sampai terjadi karena ini akan berdampak untuk masyarakat sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bidang SDM Provinsi Papua Pegunungan, Deli Wandik, mengatakan rapat koordinasi tersebut merupakan bentuk kesiapan pemerintah provinsi dalam menghadapi situasi cuaca ekstrem dari Mei hingga Desember 2026.

“Kami Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan berkolaborasi bersama BMKG Wamena. Dalam hal ini mewakili Gubernur, kami sampaikan ke masing-masing OPD bahwa untuk kesiapan ke depan dari bulan Mei sampai Desember harus menjaga waspada apabila mungkin ada kebanjiran, musibah kebakaran, longsor, atau mungkin musim ekstrem lainnya,” ujarnya.

Menurut Deli, meskipun penanganan awal bencana umumnya dilakukan pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi tetap harus hadir dan terlibat langsung dalam upaya pencegahan maupun penanganan.

“Untuk kami dari provinsi harus menjaga antisipasi ke depannya. Kita tidak bisa biarkan saja untuk kabupaten, tapi kita harus turun campur tangan untuk menjaga keselamatan ke depan,” katanya.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan akan menyiapkan seluruh dinas terkait agar sigap menghadapi perubahan cuaca dan potensi bencana demi melindungi masyarakat di delapan kabupaten wilayah Papua Pegunungan.

(Tundemin/MR)

Tags: BMKG Wamena.Deli WandikLaura Silpa M. RunggeariPerwakilan BMKG WamenaStaf Ahli Gubernur Bidang SDM Provinsi Papua Pegunungan
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

96 SD di Jayapura Ikuti Sosialisasi e-Ijazah, Pemkot Tekankan Validitas Data Siswa

Berita Terkait

96 SD di Jayapura Ikuti Sosialisasi e-Ijazah, Pemkot Tekankan Validitas Data Siswa
Kabar Daerah

96 SD di Jayapura Ikuti Sosialisasi e-Ijazah, Pemkot Tekankan Validitas Data Siswa

Batik Air Resmi Mendarat di Nabire, Rute Baru Ini Janjikan Lonjakan Konektivitas Papua Tengah
Kabar Daerah

Batik Air Resmi Mendarat di Nabire, Rute Baru Ini Janjikan Lonjakan Konektivitas Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah Turunkan Tim Gabungan Tangani Konflik Puncak, Fokus Bantuan dan Pemulihan
Nasional

Pemprov Papua Tengah Turunkan Tim Gabungan Tangani Konflik Puncak, Fokus Bantuan dan Pemulihan

Tekan Pengangguran, 50 OAP Jayapura Ikut Pelatihan dan Sertifikasi Alat Berat
Kabar Daerah

Tekan Pengangguran, 50 OAP Jayapura Ikut Pelatihan dan Sertifikasi Alat Berat

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua