JAYAPURA, Nokenlive.com – Perum Bulog Wilayah Papua memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Papua dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama dua bulan ke depan.
Pemimpin Perum Bulog Wilayah Papua, Ahmad Mustari, kepada wartawan menyampaikan bahwa stok beras yang tersedia saat ini mencapai sekitar 27.000 ton. Jumlah tersebut berasal dari stok yang tersimpan di gudang serta tambahan pasokan yang baru tiba melalui pelabuhan.
“Stok beras yang tersedia di wilayah kerja Kanwil Bulog Papua di enam provinsi sekitar 17.032 ton di gudang. Dan ada tambahan lagi dari luar yang baru dibongkar di pelabuhan sekitar 10.832 ton,” ujarnya saat ditemui media, Selasa (7/4/2026).
Ia menegaskan, secara keseluruhan ketersediaan beras tersebut dipastikan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat dalam waktu dekat.
“Secara keseluruhan stok beras yang ada sekitar 27.000 ton dan akan bertahan dua (2) bulan ke depan,” ucapnya.
Ahmad Mustari menambahkan bahwa pasokan beras tersebut berasal dari daerah produsen seperti Sulawesi dan Jawa Timur.
“Bulog Kanwil Papua menjamin stok beras aman di wilayah Papua untuk dua bulan ke depan, sehingga masyarakat tak perlu khawatir,” tegasnya.
Selain beras umum, Bulog juga memastikan ketersediaan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Saat ini, stok beras SPHP tercatat sebanyak 1.300 ton yang tersebar di enam provinsi wilayah kerja Bulog Papua.
Di sisi lain, ketersediaan minyak goreng juga dinyatakan cukup. Komoditas tersebut telah disalurkan kepada mitra di pasar dengan harga jual yang mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Untuk stok minyak goreng cukup tersedia dan telah disalurkan ke mitra di pasar dengan harga jual dari mitra ke masyarakat mengacu pada HET sebesar Rp15.700 per liter sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2024,” jelasnya.
Guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan di pasaran, Bulog Papua juga terus berkoordinasi dengan Satgas Pangan.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut dilakukan untuk memperkuat pengawasan terhadap distribusi dan harga komoditas, khususnya beras SPHP dan minyak goreng di wilayah Papua.
“Kami menjalin kerja sama dengan Satgas Pangan untuk melakukan pemantauan serta pengawasan di pasar terkait ketersediaan stok dan harga beras SPHP dan minyak goreng,” pungkasnya.
(Melviandres Pamanggori – Redaksi MR)





Apa komentar anda ?