WAMENA, NOKENLIVE.com – Umat Paroki Bunda Maria Pikhe, Dekenat Jayawijaya, Wamena, Provinsi Papua Pegunungan, menggelar Perayaan Minggu Palma perdana yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita pada Minggu, 29 Maret 2026. Perayaan ini dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Paroki Bunda Maria Pikhe dan diikuti oleh umat dari 14 stasi dan 57 komunitas basis (kombas).
Perayaan diawali dengan pemberkatan daun palma oleh Pastor Paroki, yang kemudian dilanjutkan dengan perarakan menuju Gereja Bunda Maria Pikhe. Umat berjalan kaki dari lapangan menuju gereja sambil melambai-lambaikan daun palma dan menyanyikan lagu-lagu rohani dalam bahasa Balim. Prosesi berlangsung tertib, diawali oleh umat, disusul kelompok misdinar bersama Pastor Paroki.

Setibanya di gereja, perayaan Ekaristi Minggu Palma dipimpin oleh Pastor Paroki Bunda Maria Pikhe, Pastor Gregorius Atuwea, OFM.
Dalam khotbahnya, Pastor Gregorius mengajak umat untuk merenungkan makna peristiwa Yesus memasuki Kota Yerusalem dengan menunggang seekor keledai, yang disambut meriah oleh orang banyak.

“Ketika Yesus naik seekor keledai memasuki kota Yerusalem, orang banyak jumlahnya dan menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dan dedaunan dari pohon dan menyebarkannya di jalan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa kegembiraan orang banyak saat itu dilatarbelakangi harapan bahwa Yesus adalah raja yang datang untuk membebaskan mereka dari penjajahan Romawi. Karena itu, mereka menyambut-Nya dengan penuh sukacita dan terlibat aktif berjalan bersama Yesus memasuki Yerusalem.
“Ada dua suasana yang terjadi, yaitu suasana yang sangat menggembirakan, di mana mereka menyambut dengan penuh pengorbanan dan ingin berjalan bersama Yesus sebagai raja, karena Yesus datang untuk membebaskan dan menyelamatkan mereka,” lanjutnya.

Pastor Gregorius juga menegaskan bahwa semangat yang sama hendaknya dihidupi oleh umat Paroki Bunda Maria Pikhe dalam perayaan Minggu Palma ini.
“Hal yang sama juga terjadi pada kita umat Paroki Bunda Maria Pikhe. Kita datang dengan hati yang bersih dan menyambut Yesus dengan penuh kegembiraan. Kita mengorbankan bukan dengan pakaian, tetapi dengan dedaunan sebagai ungkapan sukacita kita dalam menyambut Yesus yang hadir dan mau berjalan mendampingi kita,” ujarnya.

Perayaan Minggu Palma ini menjadi momentum iman yang kuat bagi seluruh umat, tidak hanya sebagai simbol sukacita menyambut Yesus, tetapi juga sebagai ajakan untuk berjalan bersama-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat kebersamaan dari seluruh stasi dan komunitas basis, perayaan ini mencerminkan iman yang hidup dan penuh harapan di tengah umat Paroki Bunda Maria Pikhe.
(Redaksi DA)





Apa komentar anda ?