Jayawijaya,Nokenlive.com – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya turun langsung ke RSUD Wamena untuk mengklarifikasi kasus meninggalnya Ulia Huby, warga Asologaima. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan sekaligus memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan maksimal.
Pertemuan berlangsung pada 17–18 April 2026 di ruang rapat RSUD Jayawijaya. Hadir dalam agenda tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala RSUD Wamena dr.Charles C Ratulangi, sejumlah tenaga kesehatan, Ketua Komisi C DPRK Jayawijaya Agus Logo, beberapa anggota DPRK lainnya, serta masyarakat.

Keterangan Foto (Plt) Kepala RSUD Wamena dr.Charles C Ratulangimemberikan penjelasan mengenai kasus Ulia Huby dalam pertemuan dengan komisi C DPRK Jayawijaya. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi C Agus Logo, anggota Dewan, dan perwakilan masyarakat.
Kunjungan itu dilakukan menyusul informasi yang beredar di tengah masyarakat terkait kronologi meninggalnya almarhumah Ulia Huby. DPRK Jayawijaya kemudian memfasilitasi klarifikasi bersama pihak rumah sakit, Kepala Puskesmas Asologaima, dan instansi terkait lainnya.
Ketua Komisi C DPRK Jayawijaya, Agus Logo, mengatakan pihaknya telah mengumpulkan data langsung dari rumah sakit dan mendengarkan penjelasan semua pihak guna memastikan duduk persoalan secara menyeluruh.
“Kemarin ada klarifikasi terkait masalah kematian anak Ulia Huby dari Asologaima bersama pihak RSUD Wamena, Kepala Puskesmas Asologaima, dan semua jajaran terkait. Kami sudah mengambil data di rumah sakit, menyimpulkan, dan melakukan klarifikasi. Masalah sudah selesai dan aman,” ujar Agus Logo.

Keterangan Foto : Suasana rapat koordinasi antara DPRK Jayawijaya, pihak RSUD Wamena, Puskesmas Asologaima, dan perwakilan keluarga almarhumah Ulia Huby. Pertemuan ini bertujuan untuk mengklarifikasi kronologi kejadian.
Menurutnya, dari hasil pertemuan tersebut, manajemen rumah sakit menyampaikan komitmen untuk meningkatkan pelayanan dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Kami membuat komitmen bahwa pihak rumah sakit tidak akan membiarkan hal seperti ini terulang lagi. Pelayanan harus terus diperbaiki,” katanya.
Agus menegaskan, kejadian ini menjadi evaluasi penting bagi seluruh fasilitas kesehatan agar lebih mengutamakan keselamatan pasien, terutama dalam kondisi darurat.
“Pihak rumah sakit mengakui bahwa administrasi nanti bisa dibelakangkan. Yang paling utama adalah nyawa manusia. Itu komitmen yang sudah disepakati bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, keluarga korban juga telah menerima hasil klarifikasi dengan baik sehingga persoalan dinyatakan selesai secara kekeluargaan.
“Pihak keluarga korban menerima dengan baik hasil pertemuan ini. Semua berjalan aman dan sudah diselesaikan,” lanjutnya.
DPRK Jayawijaya berharap peristiwa tersebut menjadi pembelajaran penting bagi peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Jayawijaya, khususnya di RSUD Wamena.
Selain itu, lembaga legislatif menegaskan akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, manusiawi, profesional, dan selalu menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.
(Tundemin – Red MR)





Apa komentar anda ?