YALIMO, NOKENLIVE. com – Bupati Kabupaten Yalimo, Dr. Nahor Nekwek, S.Pd., M.M., bersama Wakil Bupati Yan Kirakla, S.Pd., para pimpinan OPD di lingkungan Pemda Yalimo, sejumlah anggota DPRK Yalimo, serta tamu undangan lainnya menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Klasis GKI Yalimo Elelim.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gereja GKI Fanoma Pangkik pada Minggu, 15 Maret 2026, dan dipimpin oleh Ketua Klasis GKI Yalimo Elelim, Pdt. Yahya Walianggen, S.Th.
Perayaan HUT ke-9 ini mengangkat tema “Kasih Kristus Menggerakkan Kemandirian Gereja Mewujudkan Keadilan, Perdamaian, dan Kesejahteraan” dengan subtema “Melayani Bersama dalam Iman, Menyiapkan Warga Gereja yang Dewasa, Mandiri, dan Misioner.”

Ibadah berlangsung khidmat dan penuh sukacita, yang kemudian ditutup dengan pemotongan kue ulang tahun sebagai simbol syukur atas perjalanan pelayanan gereja di Klasis Yalimo Elelim.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Nahor Nekwek menyerahkan bantuan dana sebesar Rp50 juta kepada panitia penyelenggara sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan gereja.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah hadir sebagai mitra gereja dalam membangun masyarakat.

“Pemerintah daerah hadir karena gereja merupakan mitra pemerintah daerah. Dengan demikian, pemerintah akan memperhatikan kegiatan-kegiatan gereja, termasuk pembangunan gereja,” ujar Bupati Nahor Nekwek.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Yalimo telah menyiapkan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk mendukung pembangunan sejumlah gereja yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.
“Dalam tahun anggaran 2026, pemerintah daerah akan memberikan bantuan pembangunan gereja sebesar Rp15 miliar, termasuk juga honor bagi hamba-hamba Tuhan di berbagai denominasi gereja di Kabupaten Yalimo,” tambahnya.

Bupati menekankan pentingnya sinergi antara gereja dan pemerintah dalam membangun daerah.
“Karena gereja mendukung pemerintah, berarti pemerintah juga mendukung gereja. Dengan demikian, kita harus bergandengan tangan membangun Kabupaten Yalimo dengan kasih,” tegasnya.
Ia juga mengimbau seluruh warga gereja di Kabupaten Yalimo untuk terus meningkatkan kemandirian dalam setiap organisasi gereja.
“Saya mengimbau kepada seluruh warga gereja agar meningkatkan kemandirian gereja di masing-masing organisasi. Gereja harus mandiri,” katanya.
Sementara itu, Ketua Klasis GKI Yalimo Elelim, Pdt. Yahya Walianggen, S.Th., menyampaikan bahwa perayaan HUT ke-9 ini merupakan bagian dari perjalanan panjang pelayanan gereja di wilayah Yalimo.
“Hari ini kami baru saja melaksanakan HUT ke-9 Klasis GKI Yalimo Elelim. Sebenarnya jatuh pada hari Minggu, 15 Maret, namun kami memberikan kesempatan kepada jemaat untuk beribadah, dan perayaan dilaksanakan setelahnya,” jelasnya.

Ia juga menuturkan sejarah singkat perkembangan pelayanan gereja di wilayah tersebut, termasuk proses pemekaran klasis yang kini mencakup lima distrik di Kabupaten Yalimo.
“Wilayah ini pertama kali dijangkau oleh Injil hingga ke daerah-daerah terpencil di balik pegunungan melalui pelayanan gereja. Dari proses itu kemudian terjadi pemekaran wilayah pelayanan hingga terbentuk Klasis GKI Yalimo Elelim secara definitif,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pdt. Yahya menegaskan komitmen gereja untuk terus mendukung pemerintah daerah sebagai mitra strategis dalam pembangunan.
“Gereja sepenuhnya mendukung pemerintah daerah sebagai mitra. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh warga gereja GKI di Kabupaten Yalimo untuk memberikan dukungan kepada pemerintah dalam membangun daerah ini,” tuturnya.
Perayaan HUT ke-9 Klasis GKI Yalimo Elelim ini menjadi momentum mempererat hubungan antara gereja dan pemerintah, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun Kabupaten Yalimo yang damai, adil, dan sejahtera.
(DA – Redaksi MR)





Apa komentar anda ?