PUNCAK,NOKENLIVE.com – Bupati Kabupaten Puncak, Elvis Tabuni, meresmikan Tugu Injil Masuk di Ilaga dalam sebuah acara penuh khidmat yang berlangsung di Kampung Eromaga, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Jumat (7/3/2025).
Peresmian tugu ditandai dengan pengguntingan pita oleh Patricia Jordan, putri dari misionaris John Elenberger, sebagai bentuk penghormatan kepada para misionaris yang berjasa dalam penyebaran Injil di wilayah Ilaga. Setelah itu, Bupati Elvis Tabuni melakukan penandatanganan prasasti sebagai tanda resmi berdirinya tugu tersebut.
Sebelum prosesi peresmian, kegiatan diawali dengan ibadah syukur yang berlangsung di Gereja GKII Jemaat Yerusalem Eromaga. Ibadah berlangsung khidmat dan diikuti oleh jemaat serta para undangan yang hadir.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRK Kabupaten Puncak beserta anggota, Ketua Sinode Wilayah II Papua Tengah, para hamba Tuhan, pendeta dan penginjil di Kabupaten Puncak, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Dandim 1717/Puncak, Kapolres Puncak atau yang mewakili, para ketua klasis, pimpinan gereja, kepala OPD, kepala distrik, kepala kampung, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta masyarakat Kampung Eromaga.
Dalam sambutannya, Bupati Elvis Tabuni mengatakan bahwa peresmian Tugu Injil merupakan momentum penting dan bersejarah bagi masyarakat Kabupaten Puncak.
“Peresmian tugu Injil ini bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi merupakan simbol iman, sejarah, dan karya keselamatan Tuhan yang telah terjadi di Ilaga dan di seluruh Tanah Papua,” ujar Tabuni.
Ia menjelaskan, sejarah masuknya Injil di Ilaga bermula pada 22 September 1956 ketika para misionaris, yaitu Pendeta Gordon Larson, bersama rekan-rekannya, D. Gibonis dan John Flenberger, datang ke Ilaga dan memulai pelayanan Injil di tengah masyarakat suku Dani dan Damal.
Sejak saat itu, Injil mulai diberitakan secara luas. Sekolah Alkitab dibuka dan pendidikan mulai berkembang di wilayah tersebut. Puncaknya, pada 27 Juni 1958 terjadi peristiwa penting berupa pertobatan banyak jiwa bagi Kristus, pembakaran jimat-jimat, serta baptisan pertama bagi masyarakat di wilayah Ilaga.
Menurut Tabuni, dari Ilaga Injil kemudian berkembang dan menyebar ke berbagai wilayah pegunungan Papua, baik ke bagian timur, barat, utara, maupun selatan. Hal ini menjadikan Ilaga sebagai salah satu pusat penyebaran Injil di Tanah Papua.

Pada tahun 2026 ini, masyarakat Kabupaten Puncak juga memperingati 70 tahun masuknya Injil di Ilaga. Menurutnya, perjalanan panjang tersebut membawa perubahan besar bagi masyarakat, baik dalam kehidupan rohani, pendidikan, maupun kehidupan sosial.
Pemerintah Kabupaten Puncak, lanjutnya, memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para misionaris, hamba Tuhan, penginjil, serta tokoh gereja yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, dan hidupnya untuk memberitakan Injil di wilayah tersebut.
Melalui momentum peresmian Tugu Injil ini, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Puncak untuk terus menjaga nilai-nilai iman, persatuan, kasih, dan kedamaian yang telah diajarkan melalui firman Tuhan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia, Kepala Distrik Omukia, masyarakat Kampung Eromaga, para tukang dan kontraktor, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan tugu dan pelaksanaan kegiatan peresmian tersebut.
“Kiranya Injil yang telah masuk di Ilaga terus menjadi terang dan berkat bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” katanya.
Usai ibadah syukur dan peresmian tugu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama masyarakat dengan menikmati hidangan tradisional barapen sebagai bentuk kebersamaan dan ungkapan syukur.(Lisa/Red)







Apa komentar anda ?