NABIRE,NOKENLIVE.com-Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyoroti berbagai persoalan sosial ekonomi dalam dialog Satu Tahun Kepemimpinan Meki Nawipa dan Deinas Galey di Gedung Sasana Krida Kantor Gubernur Papua Tengah, Jumat 20 Februari 2026.
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menyampaikan sebagai daerah otonomi baru, provinsi ini hadir untuk mendekatkan pelayanan publik dan memastikan keadilan dirasakan masyarakat dari wilayah pesisir hingga pegunungan.
“Kemajuan provinsi tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi dari seberapa mampu pemerintah melindungi kelompok paling rentan,” kata
Meki Nawipa dalam dialog di Gedung Sasana Krida.
Ia menjelaskan langkah strategis dimulai melalui program Bangkit Papua Tengah yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar anak usia dini di bawah lima tahun serta penguatan ketahanan sosial ekonomi keluarga.
“Program ini mendorong pemenuhan gizi berbasis pangan lokal, menstimulasi ekonomi daerah, serta membangun kebijakan perlindungan sosial yang inklusif dan terintegrasi,” ujarnya menegaskan komitmen pemerintah terhadap generasi masa depan.
Perlindungan sosial juga menyasar kelompok lanjut usia melalui bantuan sosial rutin, sekaligus rencana pembangunan panti asuhan berkapasitas 200 orang di Nabire serta asrama pelajar di wilayah Mulia.
“Kami juga memasukkan seluruh hamba Tuhan lintas agama ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan agar memperoleh jaminan pensiun dan perlindungan sosial yang layak,” katanya.
Di sektor ekonomi, pemerintah memperkuat kelembagaan melalui pembentukan BUMD bidang pertambangan dan usaha lainnya, serta mendorong koperasi dan UMKM sebagai bagian ekosistem industri berbasis rakyat.
Selain itu, intervensi dilakukan pada sektor perikanan, peternakan dan perkebunan, termasuk pengembangan 100 hektare komoditas kelapa, kopi dan kakao serta rencana ekspor ikan akhir 2026, guna mewujudkan Papua Tengah maju dan berkelanjutan.
( Redaksi NL )







Apa komentar anda ?