JAYAPURA, NOKENLIVE.com – Musyawarah Daerah (Musda) VI Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Jayapura Tahun 2026 resmi digelar di Hotel Horizon Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura, Rabu (11/2/2026). Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini mengusung tema “Penguatan SDM Profesional Untuk Mendukung Terwujudnya Kota Jayapura Sebagai Kota yang Berbudaya, Religius, Maju, Mandiri dan Sejahtera Menuju Jayapura Emas.”
Musda VI LDII Kota Jayapura dihadiri Wakil Wali Kota Jayapura, H. Rustan Saru, yang secara resmi membuka kegiatan tersebut melalui penabuhan tifa. Pembukaan dilakukan didampingi Ketua LDII Kota Jayapura H. Dadang Hidayat dan Ketua LDII Provinsi Papua H. Sudarmo, S.Pd.
Dalam sambutannya, Rustan Saru mengingatkan pentingnya musyawarah sebagai forum tertinggi organisasi untuk menentukan arah kepemimpinan ke depan. Ia menegaskan agar peserta Musda mampu memilih pengurus terbaik.
“Dalam pelaksanaan musyawarah ini juga harus memilih pengurus atau pemimpin yang terbaik dari yang lebih baik. Karena belum tentu semua baik tapi pasti ada yang terbaik,” ujar Rustan Saru.
Ia menambahkan, pemimpin yang terpilih nantinya harus menjunjung tinggi organisasi serta mampu menata LDII Kota Jayapura dengan sebaik mungkin.
“Pilihlah orang yang menjunjung tinggi organisasi dan mampu menata organisasi ini dengan sebaik mungkin yakni Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kota Jayapura ke depan,” ungkapnya.
Menurutnya, sosok pemimpin LDII juga harus profesional, religius, dan memiliki kemampuan bekerja keras melalui tindakan nyata.
“Harus juga profesional dan religius serta punya kemampuan bekerja keras melalui tindakan nyata dan tidak hanya bicara saja tetapi pelaksanaan tidak ada,” tegas Wakil Wali Kota.
Sementara itu, Ketua LDII Kota Jayapura, H. Dadang Hidayat, mengatakan bahwa pelaksanaan Musda VI ini mengacu pada hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII di tingkat pusat.

Ia menjelaskan, LDII memiliki delapan klaster program, dengan klaster pertama berfokus pada wawasan kebangsaan.
“Ada 8 klaster program yang ada di dalam Lembaga Dakwah Islam Indonesia, dan yang paling pertama mengenai wawasan kebangsaan. Hal ini mengingat bangsa Indonesia terdiri atas berbagai keragaman suku, budaya, dan agama yang kita kenal dengan Bhinneka Tunggal Ika dengan dasar negara kita yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Ketua LDII Provinsi Papua, H. Sudarmo, S.Pd, mengajak seluruh peserta Musda untuk menjaga persatuan dan mematuhi aturan organisasi agar kegiatan berjalan lancar.
“Hindari adanya perpecahan dan selalu mengikuti aturan yang berlaku, supaya acara Musyawarah Daerah ke VI Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kota Jayapura di Tahun 2026 bisa berjalan dengan baik, aman dan lancar serta sukses tentunya,” tegas Sudarmo kepada media.
Atas nama pengurus, Sudarmo juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jayapura, khususnya Wakil Wali Kota yang telah hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut.
Ia menambahkan, saat ini LDII telah memiliki kepengurusan di sejumlah daerah otonomi baru (DOB), yakni Papua Selatan dan Papua Tengah, sementara Papua Pegunungan masih dalam proses pembentukan.

Lebih lanjut, Sudarmo menegaskan kembali pentingnya klaster kebangsaan sebagai prioritas utama dalam program LDII.
“Dari 8 klaster program Lembaga Dakwah Islam Indonesia, klaster pertama kebangsaan menjadi prioritas karena keberagaman kita dari Sabang sampai Merauke, yang berbeda tetapi tetap satu sebagai bangsa Indonesia,” tuturnya.
Melalui Musda VI ini, LDII Kota Jayapura diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus melahirkan kepengurusan yang profesional dan religius, guna mendukung terwujudnya Kota Jayapura yang berbudaya, maju, mandiri, dan sejahtera menuju Jayapura Emas.
(Melviandres Pamanggori – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?