JAYAPURA, NOKENLIVE.com – Arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di Pelabuhan Jayapura mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan hasil evaluasi Posko Nataru, jumlah penumpang kapal laut tercatat naik sekitar 28 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Keterangan Foto : Kepala Ksop Jayapura Abdul Nasir Ketika Dijumpai Media Pada Kamis, (29/1/2026).
Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Jayapura, Abdul Nasir, M.M., M.Mar, menyampaikan bahwa lonjakan tersebut terlihat jelas dari perbandingan data penumpang tahun berjalan dengan tahun lalu.
“Untuk total penumpang kapal laut yang naik di Pelabuhan Jayapura pada mudik tahun 2024/2025 sebanyak 20.833 jiwa. Sedangkan pada mudik Nataru periode 2025/2026 mencapai 26.394 jiwa, atau meningkat sekitar 28 persen,” kata Abdul Nasir saat ditemui media, Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan, puncak arus mudik terjadi pada 19 Desember 2025 dengan kapal KM Labobar. Pada hari tersebut, jumlah penumpang yang turun mencapai 2.012 jiwa, sementara penumpang yang naik sebanyak 3.412 jiwa.
“Untuk arus balik, puncaknya terjadi pada 1 Januari 2026 menggunakan kapal KM Ciremai, dengan jumlah penumpang turun sebanyak 495 jiwa dan penumpang naik 570 jiwa,” paparnya.
Lebih lanjut, Abdul Nasir mengungkapkan bahwa pelabuhan asal terpadat selama periode mudik Nataru yakni Biak, Nabire, Manokwari, Serui, dan Sorong. Sementara itu, tujuan terbanyak dari Pelabuhan Jayapura juga didominasi oleh Biak, Serui, Nabire, Manokwari, dan Sorong.
Selain membahas arus penumpang, KSOP Jayapura juga memaparkan capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor kepelabuhanan dan perairan. Menurut Abdul Nasir, realisasi PNBP di Kantor KSOP Kelas II Jayapura sepanjang tahun 2025 mencapai Rp5.125.151.000, atau sekitar 124 persen dari target yang ditetapkan.
“Untuk tahun 2026, target PNBP ditetapkan sebesar Rp4,325 miliar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sektor yang berkontribusi besar terhadap pencapaian target PNBP tersebut meliputi jasa kepelabuhanan, perkapalan, bidang transportasi laut, perizinan, serta sektor perairan.
Di akhir keterangannya, Abdul Nasir juga mengimbau kapal perintis, kapal kayu, serta masyarakat nelayan agar memperhatikan surat edaran terkait cuaca ekstrem di perairan Laut Utara Papua, sehingga tetap waspada dan berhati-hati saat berlayar.
“Kami sangat bersyukur karena sampai saat ini belum ada laporan kejadian kecelakaan di laut. Semoga hal tersebut terus terjaga, sehingga seluruh aktivitas pelayaran dapat berlangsung aman dan penumpang selamat sampai ke tujuan,” tutupnya.
(Melviandres Pamanggori – Redaksi MR)





Apa komentar anda ?