WAMENA, NOKENLIVE.com — Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, menegaskan bahwa dirinya dan Gubernur Papua Pegunungan John Tabo merupakan satu kesatuan utuh dalam memimpin pemerintahan. Penegasan itu disampaikan dalam wawancara langsung di ruang kerjanya di Wamena, Kamis (22/1/2026).
Dalam pernyataannya, Ones Pahabol menolak anggapan adanya dualisme kepemimpinan di Papua Pegunungan. Ia menegaskan bahwa hubungan antara Gubernur dan Wakil Gubernur adalah satu roh, satu jiwa, dan satu tubuh pemerintahan.
“Gubernur dengan saya, sekali lagi kami satu kesatuan, satu roh, satu jiwa, satu tubuh, satu pemerintahan yang kami pimpin di sini,” ujar Ones.
Sebagai Wakil Gubernur, Ones menyampaikan rasa syukur serta terima kasih kepada Gubernur Papua Pegunungan atas kepercayaan dan tugas yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan kesiapan penuh untuk bekerja dan menjalankan amanah tersebut.
“Saya juga sebagai wakil sampaikan puji Tuhan dan terima kasih Bapak Gubernur. Dengan tugas yang beliau kasih, saya siap bekerja. Sehingga ada beberapa waktu saya direkomendasikan, saya ditugaskan. Sehingga saya kerja dan ke depan lebih banyak lagi,” ungkapnya.
Ones menjelaskan bahwa setelah melalui masa pasca Pilkada yang telah berlangsung satu tahun lalu, fokus pemerintahan kini sepenuhnya diarahkan pada pelayanan dan pembangunan, bukan lagi pada dinamika politik.
“Karena kami setelah berakhir pasca Pilkada satu tahun yang lalu, setelah itu kami punya kata-kata mengharapkan kepada masyarakat soal pembangunan di Papua Pegunungan,” katanya.
Ia menambahkan, pelayanan tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat di delapan kabupaten yang berada di wilayah Provinsi Papua Pegunungan. Pemerintah, kata Ones, memilih untuk turun langsung ke masyarakat guna melihat dan mendengar kondisi mereka secara nyata.
“Terhadap delapan kabupaten yang ada di Papua Pegunungan, kami melayani hari ini. Beberapa tahun konsentrasi kita bukan lagi konsentrasi politik, tapi kita pelayanan. Kita membalut masyarakat dengan penuh kasih,” tuturnya.
Menurut Ones, kehadiran langsung pemerintah di tengah masyarakat merupakan cara terbaik untuk memahami kebutuhan dan persoalan yang dihadapi rakyat.
“Bagaimana kami tahu keberadaan mereka ke sana, kalau kami tidak pergi ke sana. Bagaimana kami dengar suara mereka, kalau mereka datang sampaikan kepada kami,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa segala perbedaan harus diselesaikan dalam bingkai besar rumah tangga pemerintahan, dengan satu kepemimpinan yang solid antara Gubernur dan Wakil Gubernur.
“Kalau itu bisa selesai dalam rumah tangga besar pemerintahan ini. Bapak Gubernur dengan saya Wakil Gubernur itu harus satu. Maka tidak ada dua lagi,” tegas Ones.
Ones menyatakan bahwa selama ini masih ada pandangan yang menilai kepemimpinan mereka terpisah. Namun melalui pernyataan ini, ia ingin meluruskan bahwa pemerintahan Papua Pegunungan berdiri dalam satu kesatuan.
“Jadi selama ini kami dipandang dua tidak ada. Hari ini saya berikan pernyataan bahwa satu,” ujarnya.
Lebih jauh, Ones mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga persatuan demi kemajuan Papua Pegunungan.
“Sehingga masyarakat juga satu. Kami menghimbaukan bahwa umat satu, pemerintah satu, adat satu, agama satu untuk memuliakan Tuhan. Jadi tidak ada dua lagi,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Ones menyampaikan apresiasi kepada seluruh komponen masyarakat, termasuk generasi muda, yang diharapkan menjadi penerus pembangunan Papua Pegunungan ke depan.

“Terima kasih banyak semua komponen. Terima kasih banyak kepada generasi muda. Karena kami dua pimpin, kami dua jalani pemerintahan Provinsi Papua Pegunungan,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa fondasi pemerintahan yang kuat tengah diletakkan saat ini, dan generasi muda akan menjadi pilar utama pembangunan di masa mendatang.
“Meletak legasi yang paling kuat. Hari ini Bapak Gubernur letak dasar ini. Nanti akan berikutnya itu generasi muda akan dibangunnya,” pungkas Ones.
Wakil Gubernur menutup pernyataannya dengan penegasan bahwa saat ini adalah waktu untuk bersatu dan melayani, serta meninggalkan seluruh perbedaan politik demi kemajuan Provinsi Papua Pegunungan.
“Saatnya menjadi satu untuk pelayanan bagi Provinsi Papua Pegunungan dan tidak lagi membawa semua ini ke dalam politik. Demi Papua Pegunungan.”
(Redaksi DA)





Apa komentar anda ?