NABIRE, NOKENLIVE.COM — Grup Musik Alie, komunitas musik asal Enarotali, Kabupaten Paniai, akhirnya mencatatkan sejarah penting dengan tampil perdana di panggung terbuka pada ajang Festival Media Papua 2026, yang untuk pertama kalinya digelar di Provinsi Papua Tengah. Penampilan tersebut menjadi tonggak baru perjalanan Alie setelah melalui proses panjang sebagai komunitas musik yang selama ini lebih banyak berkarya secara internal.
Wakil Ketua Komunitas Anak Lahir Besar Inarotali, Berto Gobay, menegaskan bahwa Grup Musik Alie bukanlah komunitas baru. Menurutnya, Alie telah lama hadir dan berproses, hanya saja belum pernah menampilkan karya mereka di ruang publik seperti festival besar.
“Alie ini adalah proses. Kami sudah lama ada, hanya saja selama ini hadir dalam bentuk yang berbeda dan belum pernah tampil di panggung seperti hari ini,” ujar Berto Gobay.
Ia menjelaskan, sebagai sebuah komunitas, Alie tidak menerapkan jadwal latihan yang kaku. Para anggota berlatih secara fleksibel, menyesuaikan dengan situasi dan momentum yang ada. Kesempatan tampil di Festival Media Papua pun datang secara tidak terduga, setelah pihaknya menerima undangan langsung dari Ketua Panitia festival.
“Kami tidak pernah membatasi waktu latihan karena kami komunitas. Kami sering berkumpul dan berlatih, hanya saja momennya belum sampai. Hingga akhirnya kami dipanggil langsung oleh Ketua Panitia Festival Media Papua, dan itu menjadi kehormatan besar bagi kami,” katanya.
Berto Gobay juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada panitia Festival Media Papua yang telah membuka ruang bagi Grup Musik Alie untuk tampil di hadapan ratusan hingga ribuan insan pers dari berbagai daerah di Tanah Papua.
“Bisa bernyanyi di hadapan beribu jurnalis yang hadir di Festival Media Papua merupakan pengalaman yang sangat berkesan dan tidak akan kami lupakan,” ungkapnya.
Menurut Berto, penampilan perdana ini tidak sekadar menjadi hiburan bagi para pengunjung festival, tetapi juga menjadi ajang pembuktian bahwa komunitas musik lokal dari wilayah pedalaman Papua memiliki kualitas, identitas, dan nilai budaya yang patut diapresiasi.
“Kami pulang bukan dengan rasa rugi, tetapi membawa kesan mendalam dan pengalaman berharga. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang ke depan,” tutupnya.
Grup Musik Alie berharap, penampilan mereka di Festival Media Papua 2026 dapat membuka ruang yang lebih luas bagi komunitas seni dan musik lokal dari berbagai kabupaten di Tanah Papua untuk terus tumbuh, dikenal, serta diapresiasi, baik di tingkat regional maupun nasional.
(Lisa – Redaksi DA)






Apa komentar anda ?