JAYAPURA,NOKENLIVE.COM-Penyelia Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura, Windy Febrianti Mangela, mengungkapkan bahwa wilayah Papua merupakan daerah yang aktif secara seismik dengan sejumlah kejadian gempa bumi signifikan yang pernah menimbulkan dampak kerusakan.
Windy menjelaskan, gempa bumi merusak pertama tercatat terjadi pada 16 Oktober 2005 dengan magnitudo 6,6. Guncangan dirasakan kuat di wilayah Serui dengan intensitas sekitar V MMI, sementara Kota dan Kabupaten Jayapura merasakan III MMI, Wamena III MMI, Serui II–III MMI, Timika II MMI, dan Nabire II MMI.
“Kemudian gempa bumi merusak lainnya terjadi pada 12 Agustus 2018 dengan magnitudo 6,4. Gempa ini dirasakan di wilayah Sarmi sekitar IV–V MMI, Kota Jayapura II–III MMI, serta Kabupaten Jayapura dan Wamena,” ujarnya.
Selanjutnya, gempa merusak kembali terjadi pada 3 Oktober 2025 dengan kekuatan 5,7 magnitudo. Getaran dirasakan di Nabire dengan intensitas IV–V MMI, serta di Enarotali sekitar III MMI.
Windy menyampaikan, secara keseluruhan sepanjang tahun 2025 tercatat sekitar 5.936 kejadian gempa bumi di wilayah Papua. Dari jumlah tersebut, 1.175 kejadian di antaranya dirasakan oleh masyarakat.
“Jika dibandingkan dengan tahun 2024, jumlah kejadian gempa bumi tercatat sekitar 484 kejadian, dengan 83 gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, sepanjang tahun 2025 terdapat empat kejadian gempa bumi yang berdampak merusak, dengan wilayah terdampak antara lain Nabire dan Sarmi. Gempa signifikan di Nabire tercatat dua kali dengan magnitudo 6,6 dan 5,7, dengan intensitas tertinggi mencapai IV–V MMI. Sementara di wilayah Sarmi juga terjadi dua gempa besar dengan magnitudo 6,4 yang mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur bangunan.
Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat Papua untuk tetap tenang dan tidak panik saat terjadi gempa bumi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu mengupdate informasi resmi melalui kanal Info BMKG,” kata Windy.
BMKG juga terus melakukan pemantauan dan penyebaran informasi secara cepat dan akurat guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi gempa bumi di wilayah Papua.(Melviandres Pamanggori/LN)





Apa komentar anda ?