PUNCAK, NOKENLIVE.com- Perayaan Natal Koordinator Perkauan 4 Klasis Ilaga di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, berlangsung khidmat di Aula Negelar pada Rabu (10/12/2025). Ibadah yang dihadiri anak-anak, mama-mama, dan masyarakat Puncak itu mengangkat pesan pembaruan dan penguatan peran perempuan Papua dalam keluarga maupun gereja.
Ibadah Natal dipimpin oleh Vic Dewi Waker. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa Natal mengingatkan umat akan kedekatan Tuhan dengan manusia. “Tuhan rela merendahkan diri menjadi manusia untuk memeluk dunia yang terluka—termasuk hati para ibu, istri, dan perempuan yang sering memikul beban dalam diam,” ujar Waker.
Ia menekankan bahwa Kristus hadir sebagai terang yang lembut namun menguatkan, yang menyingkirkan ketakutan dan memulihkan keberanian. Menurutnya, melalui kasih yang tidak menghakimi, Tuhan menyembuhkan hati yang tersakiti dan memberi harapan baru bagi keluarga di Papua Tengah.
Waker juga menyampaikan bahwa Tuhan merindukan keluarga-keluarga di Papua dipenuhi kehangatan dan komunikasi yang pulih. Dalam pelayanan, ia mengajak perempuan untuk melayani dengan hati yang lembut tetapi kuat, menghadirkan kasih melalui tindakan sederhana, serta menjadi penyembuh bagi sesama.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Puncak, Ny. Sujatinah Elvis Tabuni, yang turut hadir, menegaskan bahwa tema Natal tahun ini, “Kristus Datang Memperbaharui Dunia,” sangat dekat dengan kehidupan perempuan Papua. Ia menyampaikan bahwa mama-mama Puncak setiap hari telah menjadi pembaharu melalui tugas-tugas kecil namun bermakna.
“Setiap kali mama bangun pagi, menyalakan api, siapkan makanan, pikul sayur dari kebun, atau berdoa dalam honai, itu semua adalah kasih Kristus yang bekerja melalui tangan mama-mama,” jelas Sujatinah.
Ia menambahkan bahwa pembaruan tidak selalu muncul dari hal besar, tetapi dari tindakan-tindakan kecil seperti mengusap air mata anak, kata-kata lembut kepada suami, pelayanan dalam diam, serta kesediaan untuk memaafkan. Menurutnya, perempuan Puncak dikenal kuat bukan karena tidak pernah menangis, tetapi karena tetap berdiri dan percaya kepada Tuhan meski mengalami kesulitan.
“Mama-mama adalah tiang rumah. Jika mama kuat, rumah kuat. Jika mama berdoa, anak-anak aman. Jika mama menjaga damai, kampung damai,” ujarnya.
Di akhir pesannya, Sujatinah mengajak seluruh perempuan untuk membuka hati terhadap pembaruan Tuhan. Seperti tanah Puncak yang kembali menumbuhkan kehidupan setelah hujan, ia meyakini Tuhan juga akan menumbuhkan hal baru dalam hidup setiap perempuan.
Dengan pesan yang kuat tentang kasih, ketabahan, dan pembaruan, perayaan Natal di Puncak tahun ini diharapkan membawa damai serta semangat baru bagi seluruh keluarga dan komunitas gereja. (Lisa/Redaksi NL)







Apa komentar anda ?