JAYAPURA,NOKENLIVE.com- Dinas Pendidikan Provinsi Papua di Tahun 2025. Melaksanakan kegiatan penyusunan dan telaah soal TKA atau tes kemampuan akademik bagi jenjang kelas 6 SD dan kelas 9 SMP. Yang berlangsung di Kota Jayapura, Selasa (18/11/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Christian Sohielait didampingi para narasumber juga ketua panitia.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua menuturkan, kita harus bersyukur kepada Tuhan sehingga dapat berkumpul ditempat ini dan mengikuti kegiatan penyusunan dan telaah soal TKA bagi jenjang SD dan SMP di Tahun 2025.
“Pemerintah menghadirkan kebijakan baru yaitu tes kemampuan akademik berdasarkan Permendikdasmen No 9 Tahun 2025 dan keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah No.95/M/2025 terkait pedoman penyelenggara tes kemampuan akademik tersebut,” ungkapnya.
“TKA ini memastikan adanya standar yang sama antara lulusan jenjang SD,SMP dan SMA/K dengan materi tes yang sama sehingga mutu pendidikan benar-benar setara, adil dan dapat dipertanggungjawabkan nantinya,” sambung dia.
Sementara itu, Ketua Panitia, Aries Dewobroto menjelaskan kegiatan ini merupakan penyusunan dan telaah soal tes kemampuan akademik bagi kelas 6 SD dan kelas 9 SMP di Tahun 2025. Yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Papua.
Lanjut Ketua Panitia, peserta kegiatan berasal dari 8 Kabupaten dan 1 Kota yang terdiri dari bagian admint dan penyusun soal di tiap Kab/Kota masing-masing.
“Jumlah peserta sebanyak 60 orang dan akan berlangsung dari tanggal (18-21) November 2025 di Kota Jayapura,” tuturnya.
Ditambahkannya, pembiayaan atas kegiatan penyusunan dan telaah soal TKA bagi SD dan SMP di Tahun 2025. Berasal dari anggaran pusat asesment nasional kemendikdasmen Tahun 2025.
Berharap peserta dapat mengikut kegiatan ini secara baik sampai selesai, agar menjadi bekal ketika kembali ke daerahnya masing-masing.
Adapun pemateri atau narasumbernya berasal dari : Pusmendik Kemendikdasmen, Pihak FKIP Uncen Jayapura dan Dinas Pendidikan Provinsi Papua. (Melviandres Pamanggori/Redaksi NL)





Apa komentar anda ?