JAYAPURA,NOKENLIVE.com- Pelaksana tugas Kepala SMA Negeri 2 Jayapura, Lea Ansanai menyampaikan bahwa sebanyak 10 siswa bersama dua pendamping resmi diberangkatkan ke Jakarta untuk mewakili Provinsi Papua dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tahun 2025.
Hal tersebut dikatakan Kepsek SMAN 2 Jayapura saat ditemui awak media diruang kerjanya pada Selasa, (18/11/2025).
“Anak-anak kami sudah berangkat ke Jakarta. Mereka mewakili Papua untuk lomba LCC 4 Pilar MPR RI yang rutin dilaksanakan MPR. Seleksi dimulai dari tingkat kabupaten/kota sejak Juli lalu dan finalnya berlangsung pada 12 Juli,” kata Lea di Jayapura, Senin.
Lanjutnya, sebelumnya para siswa mengikuti, ajang Final tingkat provinsi digelar di salah satu hotel di Jayapura dengan menghadirkan tiga juri, masing-masing dari Universitas Cenderawasih, perwakilan MPR RI, dan satu akademisi lainnya.
Dalam babak final, SMA Negeri 2 Jayapura berhadapan dengan SMA Negeri 1 Sentani dan SMA Kristen Kalam Kudus. Pada kesempatan itu, SMA Negeri 2 berhasil keluar sebagai juara dengan perolehan poin tertinggi se-Indonesia.
“Karena poin mereka yang tertinggi, SMA 2 ditetapkan mewakili Papua untuk berlomba di tingkat nasional,” ujarnya.
Lea mengatakan keberangkatan siswa dilepas pada Sabtu oleh para guru dan orang tua. Selain 10 siswa, seorang alumni, George Panjaitan—peserta angkatan pertama LCC 4 Pilar dari SMA 2—juga turut mendampingi. Pihak sekolah akan memberikan penghargaan khusus kepadanya atas dedikasinya mendampingi adik-adiknya hingga tingkat nasional.
Berikut nama siswa dan pendamping yang mewakili Provinsi Papua ke Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI Tahun 2025 yaitu:
1. Fitriya Nur Azizah / perempuan
2. Indo’zahrah Widad As-Sanawah / perempuan
3. Azareel Suba Sarapang / perempuan
4. Naya izaura cagista / perempuan
5. Juang Miracle Mambai / perempuan
6. Putri Nisrina F. Palembang / perempuan
7. Michelle Elizabeth Auparai / perempuan
8. Stien Gloria Aprillia Takore / perempuan
9. Tony / laki-laki
10. Abigail /perempuan
11. Ariestiani / pendamping
12. George Panjaitan / pendamping
“Besok mereka mulai bertanding. Anak-anak ini luar biasa. Pembimbingan kami lakukan intensif di sekolah,” kata Lea.
Ia menambahkan, meski berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah provinsi dalam mendukung aktivitas kompetisi nasional, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para siswa.
“Koordinasi seharusnya bisa dilakukan lebih awal, tapi itu tidak menghambat semangat anak-anak. Target kami jelas: juara. Target tinggi itu memotivasi mereka,” ujarnya.
Lea juga menyampaikan apresiasi kepada dukungan orang tua dan alumni. Ia telah menghubungi alumni SMA 2 yang berada di Jakarta agar turut memberi dukungan selama para peserta berlaga.
Ini merupakan kali ketiga SMA Negeri 2 Jayapura mewakili Papua dalam LCC Empat Pilar. Kompetisi ini menekankan pemahaman siswa terhadap PPKn, sejarah, sosiologi, dan terutama penguasaan dasar hukum.
“Anak-anak ini punya daya ingat kuat dan analisis tepat. Ketika grand final antar kabupaten/kota, mereka bisa menjelaskan materi disertai dasar hukum, pasal demi pasal. Itu kemampuan yang tidak instan,” kata Lea.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar peserta berasal dari OSIS dan aktif mengikuti berbagai lomba sehingga terbiasa dengan kompetisi. Guru-guru PPKn menerapkan metode pembelajaran seperti bermain peran untuk melatih pemahaman aturan hukum dan penyelesaian kasus.
“Menjelang keberangkatan, kami memberikan dispensasi khusus. Satu minggu penuh mereka di-drill. Pagi mengikuti dua jam pelajaran, lalu langsung bimbingan,” tuturnya.
Lea berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa Papua untuk terus berkompetisi di tingkat nasional dan memperkuat pembelajaran nilai-nilai kebangsaan melalui LCC Empat Pilar. (Melviandres Pamanggori/Redaksi NL)





Apa komentar anda ?