
Keterangan :
Penjabat Sekda Papua Pegunungan, Wasuok Demianus menyampaikan sambutan saat menggelar Pelatihan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Provinsi Papua Pegunungan. Selasa (11/11/2025)
Wamena, NOKENLIVE.com — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menggelar Pelatihan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Provinsi Papua Pegunungan di Gedung Sekolah Minggu GKI Betlehem, Wamena. Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini mendukung program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi desa.
Penjabat Sekda Papua Pegunungan, Wasuok Demianus, menegaskan bahwa program Koperasi Merah Putih merupakan agenda strategis pemerintah pusat.
“Presiden Prabowo memiliki beberapa program strategis untuk seluruh rakyat Indonesia. Selain program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sekolah rakyat, Koperasi Merah Putih menjadi salah satu prioritas karena menyentuh langsung kebutuhan ekonomi masyarakat di tingkat bawah,” ujarnya.

Ia menyebut, pemerintah telah menyiapkan dana besar untuk program ini sehingga masyarakat tak perlu khawatir soal permodalan.
“Kegiatan ini penting karena para pendamping dan fasilitator akan menjadi ujung tombak keberhasilan koperasi di desa. Ini kesempatan bagi anak-anak muda kita untuk berperan langsung dalam pembangunan ekonomi rakyat,” tambahnya.
Demianus juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Program makan bergizi ini penting untuk meningkatkan mutu gizi anak-anak agar mereka bisa bersaing dengan anak-anak dari daerah lain,” katanya.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Papua Pegunungan, Alpius Yigibalom, menyebut dari 2.572 desa di delapan kabupaten, baru 1.419 koperasi yang terdaftar resmi.
“Secara nasional sudah terbentuk sekitar 80 ribu Koperasi Merah Putih. Untuk Papua Pegunungan, capaian tertinggi ada di Kabupaten Pegunungan Bintang dengan sekitar 75 persen koperasi yang sudah aktif,” ungkapnya.
Kabupaten lain yang menunjukkan kemajuan ialah Mamberamo Tengah, Yalimo, dan Jayawijaya (59%), Yahukimo (58%), Tolikara (33,8%), Nduga (28,6%), dan Lanny Jaya (15,5%).
“Kami terus berupaya membangun komunikasi dan sinkronisasi data antara kabupaten, provinsi, dan pemerintah pusat. Namun, tantangan di lapangan masih cukup besar karena koordinasi antarwilayah belum maksimal,” jelas Alpius.
Pelatihan lima hari ini diikuti perwakilan dari delapan kabupaten dengan materi kewirausahaan, manajemen koperasi, dan pemberdayaan ekonomi desa.
“Kalian adalah ujung tombak pertumbuhan ekonomi di Papua Pegunungan. Pemerintah ingin kalian ditempa menjadi tenaga pendamping koperasi yang profesional dan mandiri,” tegasnya.
Ia berharap setiap kabupaten dapat memiliki dua hingga sepuluh koperasi aktif pascapelatihan.
“Kami ingin ada hasil nyata. Tidak harus semua desa sekaligus, tapi setiap kabupaten harus mulai dari yang kecil untuk menumbuhkan gerakan koperasi rakyat,” ujarnya.
Pemprov Papua Pegunungan berharap program ini melahirkan pendamping koperasi tangguh dan menjadikan Koperasi Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa serta pembuka lapangan kerja baru. (Redaksi-DA)





Apa komentar anda ?