JAYAPURA, NOKENLIVE.com- Dalam upaya memperkuat peran anak muda Papua dalam pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati, Forum Indonesia Muda (FIM) Regional Jayapura, Kaum Muda Foker, Papua Trada Sampah, PAM Klasis Sentani, dan Guardian Hollo Sentani telah melaksanakan Project “Ko-Kreasi Lestari: Aksi Konservasi Berbasis Orang Muda di Tanah Papua” yang didukung oleh UNICEF selama periode Agustus– Oktober 2025.
Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan tersebut, akan diselenggarakan Kegiatan Berbagi API Inspirasi Ko-Kreasi Lestari yang didukung oleh New Zealand Embassy melalui Yayasan Sehati Sebangsa Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk menampilkan hasil aksi komunitas muda, mendeklarasikan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam Papua, serta peluncuran buku “Kitong Punya Aksi”.
Kegiatan tersebut berlangsung di aula BPMP Provinsi Papua Balai Penjamin Mutu Pendidikan, Kota Jayapura, Papua Rabu (5/11/2025).
Muhammad Ikbal Asra mengatakan Inti dari buku ini adalah bahwa anak muda Papua punya kapasitas nyata untuk membawa perubahan, bukan hanya lewat wacana, tapi lewat aksi-aksi sederhana yang lahir dari kepedulian.
Buku ini menunjukkan bahwa perubahan sosial tidak harus menunggu proyek besar atau kebijakan dari atas. Kadang, satu langkah kecil seperti mengajar anak-anak di kampung, memungut sampah, atau mengkampanyekan gaya hidup sehat sudah cukup untuk menyalakan inspirasi bagi orang lain,” kata ikabal.
buku “Kitong Punya Aksi” adalah bukti bahwa anak muda Papua tidak kekurangan ide, tidak kekurangan semangat, hanya butuh ruang untuk didengar dan dipercaya. Awalnya, motivasi terbesar saya sederhana yaitu ingin cerita-cerita baik anak muda Papua tidak hilang begitu saja.
Di tengah banyak narasi negatif tentang Papua, kami ingin menampilkan sisi lain tentang harapan, tentang gerakan, tentang generasi muda yang mencintai tanahnya dan berbuat sesuatu untuk menjaga masa depan.
“Buku ini kami tulis dengan hati, karena setiap cerita di dalamnya adalah perjalanan nyata. Kami ingin orang membaca dan merasa, “Oh, ternyata anak muda Papua sedang bergerak. Mereka tidak diam,” ungkapnya.
“Itulah semangat kami merekam, mengakui, dan merayakan aksi nyata generasi muda Papua.
Harapan saya sederhana agar buku ini membuka mata dan hati banyak orang bahwa di Papua, ada banyak anak muda yang bergerak tanpa pamrih, dengan cara mereka sendiri,” sambung Ikbal.
“Saya juga berharap buku ini bisa menginspirasi pembaca muda lain bahwa setiap orang bisa mulai dari hal kecil di lingkungannya sendiri. Karena kalau kitong semua bergerak bersama, dampaknya akan luar biasa,” tutupnya. (Hubertus Gobai/Redaksi NL)





Apa komentar anda ?