JAYAPURA,NOKENLIVE.com- Kepala SMPN 3 Jayapura, Pelaksana Tugas (Plt) Yeni Kurnia Sugiarti mengatakan terkait dengan pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di sekolahnya telah berjalan dari awal bulan September 2025.
Menurut Yeni, pada prinsipnya pihak sekolah sangat apreasiasi dan mendukung program tersebut yang diturunkan oleh pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bagi anak didik guna meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran melalui pemberian makan yang bergizi dan sehat buat peserta didik di sekolahnya, tepatnya SMPN 3 Jayapura.
“Untuk waktu distribusi bagi pelayanan pemberian MBG dibagi dalam dua sesi, yakni pada pagi hari dan juga siang hari. Hal tersebut mengingat proses belajar mengajar di sekolah bagi siswa di bagi kedalam dua rombel, yaitu shif pagi 20 rombel dan siang 10 rombel karena jumlah siswa di sekolahnya 1.000 siswa mulai dari kelas 7-9, “ jelasnya kepada wartawan, Senin (29/9/2025).
“Kita mengambil positifnya dari kritikan atau saran sehingga akan menjadi masukan dan perhatian bagi penyedia dapur dari program makan bergizi gratis tersebut,” sambung dia.
Selain itu, Kepsek SMPN 3 Jayapura menyebutkan dengan adanya informasi tersebut akan jadi perhatian oleh penyedia makan bergizi supaya lebih baik, meski di akui bahwa menyediakan menu makan yang dalam jumlah banyak itu tak mudah apa lagi untuk orang banyak. Dan bukan saja di sekolahnya tapi mungkin di sekolah lainnya.
“Saya berharap program makan bergizi ini tetap dilanjutkan, mengingat bawa dampak positif bagi anak didik, seperti meningkatkan gizi anak didik, lalu mengurangi anak jajan diluar sekolah dan anak didik sangat rajin masuk sekolah,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP YPPK Santo Paulus Abepura Jayapura, Maria Noviyanti Widiastuti, mengatakan program MBG disekolah telah berjalan sejak bulan April hingga bulan Agustus 2025.
Kata Maria, yang menjadi perhatian adalah tempat sebagai wadah isi makanannya yang masih gunakan plastik dan bukan ompreng atau tempat yang stenlis, sehingga di sekolahnya dihentikan sementara dalam pelayanan pemberian makan bergizi gratis di sekolahnya.
Ia menambahkan, hal ini sudah disampaikan ke pihak penyedia SPPG terkait tempat makannya dan menu makannya supaya jadi perhatian nantinya.
“Pada prinsipnya program MBG itu baik, hanya perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat terutama para orangtua dengan diberikan pemahaman supaya bisa menerima program tersebut,“ ujarnya.
Diketahui bahwa sampai kini, sesuai data yang dihimpun jumlah SPPG yang sebagai dapur program MBG di Kota Jayapura sudah ada 12 dapur. (Melviandres Pamanggori/Redaksi NL)





Apa komentar anda ?