JAYAPURA, NOKENLIVE.COM – Ikatan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya (IPMI-J) Kota Studi Jayapura menerima 50 anggota baru melalui kegiatan pembekalan dan perkenalan yang berlangsung di Asrama Mahasiswa Intan Jaya, Jalan Buper, Waena, Kota Jayapura, Sabtu (20/09/2025).
Kegiatan ini dibuka oleh perwakilan Pemerintah Daerah yang juga anggota DPRD Kabupaten Intan Jaya, Titus Kobogau, S.Th, serta menghadirkan empat pemateri, yakni Yosafat Mujisau, Siska Abugau, A.Md.Pd, Odet Zanambani, Titus Kobogau, S.Th, dan Kris Dogopia. Materi yang disampaikan meliputi: sejarah IPMI-J, pentingnya berorganisasi di era globalisasi, peran pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga sejarah Papua.
Perwakilan senior Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten (IPMK) Studi Jayapura, A. Kobogau, menekankan pentingnya pembekalan organisasi bagi mahasiswa baru.
“Tujuan menyelenggarakan kegiatan ini adalah untuk melahirkan kader-kader mahasiswa yang berkualitas, militan, dan mampu bersaing dalam dunia organisasi informal. Lewat organisasi, mahasiswa bisa belajar tentang public speaking dan pembentukan karakter. Itu akan menjadi bekal untuk masa depan,” kata A. Kobogau.
Ketua IPMI-J Kota Studi Jayapura, Yosafat Mujisau, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin organisasi untuk memperkuat kapasitas anggota baru.
“Tema yang kami angkat adalah bagaimana supaya teman-teman mahasiswa bisa berkarakter, inovatif, dan berdaya saing. Materi ini kami berikan agar menjadi pegangan mereka ke depan,” jelasnya.
Ia juga menyinggung soal usulan pembangunan asrama mahasiswa yang hingga kini belum sepenuhnya terealisasi.
“Kami sudah ajukan proposal ke DPR, khususnya Komisi C, agar pemerintah memperhatikan kebutuhan mahasiswa, termasuk Asrama Putri yang sejak 2016 belum diresmikan. Kami harap pemerintah serius melihat hal ini,” tambahnya.
Ketua Panitia, Ino Merci Kobogau, mengungkapkan bahwa pihaknya menempuh berbagai cara untuk menyukseskan kegiatan tersebut. Mulai dari mengirim surat permohonan bantuan ke pemerintah dan alumni, hingga melakukan kerja fisik seperti menjual kopi dan membersihkan jalan.
“Tidak semua pihak merespons surat kami, hanya beberapa saja. Tetapi dengan semangat dan rasa tanggung jawab, kami tetap menjalankan kegiatan ini dengan apa yang ada. Kami bersyukur kegiatan ini sukses, meski banyak kendala yang kami hadapi,” ucapnya.
Menurutnya, sekitar 50 mahasiswa baru mengikuti kegiatan ini. Ia berharap kegiatan serupa mampu mempersiapkan generasi muda Intan Jaya yang berjiwa kepemimpinan dan siap membawa perubahan di daerah masing-masing.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, baik berupa motivasi, barang, maupun uang. Tuhan memberkati,” tutupnya. (Hubertus Gobai-Redaksi)







Apa komentar anda ?