DOGIYAI, NOKENLIVE.com– Pemerintah kabupaten dogiyai, dalam hal Buapti Yudas Tebai menetapkan setiap hari Jumat sebagai hari khusus untuk pembelian dan pemborongan jualan Mama-mama Dogiyai yang berjualan di Persimpangan Jalan Raya Moanemani, Dogiyai. sebab itu, semua kantor memberi hari libur meskipun selain kabupaten sedang berjalan kerja di kantor.
Riko Pekei menyampaikan kepada wartawan melalui Via WhatsApp, Keputusan ini tertuang dalam Surat Himbauan tentang Jadwal Kunjungan Tamu Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai, di mana setiap hari Jumat, Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai tidak akan menerima tamu. Sebaliknya, mereka akan turun langsung ke pasar untuk membeli dan memborong dagangan Mama-mama Dogiyai.
“Riko juga menjelaskan bahwa, Bupati Yudas, Mengajak seluruh Pejabat Daerah, ASN Dan Tenaga Honorer untuk berjalan kaki sambil belanja di sekitaran jual persimpangan jalan menuju ke pasar umum jelas
Saat tibanya hari jumat constan berkunjung ke satu pasar Moanemani. Ia tidak menggunakan berkendaraaan roda dua maupun roda empat sama sekali. Bupati yang rasa empati yang sangat tinggi ia ingin mau merasakan sama-sama enta pahit maupun manis keadaan jalan kaki bersama seluruh Pejabat Daerah, ASN Dan Tenaga Honorer sendiri. Bagian ini, sangat mengarumkan dan membuat sejarah baru seperti pemimpin merakyat dan situasional di hadapan kasat masyarakat.
Coba kita melihat dan mengevaluasi bupati selain daripada dogiyai, sisi pakaian dan pada saat pembelanjaan pasti mereka menggunakan kendaraan mobil kaca gelap di tempat mana yang ia berkenan mau beli barang. Bupati dogiyai menunjukan wajah terhadap masyarakat ia berjalan kaki, dapat menuai dengan kepanasan impilikasi kena terik matahari sebabkan keringat. Kata bupati panas itu “biasa” pikiran dasar yang ia pentingkan ialah tugas pemerintah harus di rancangkan sesuai dengan harapan program sendiri.
Pertama mereka turun di pasar moanemani, untuk mereka beli tahuu goreng, dengan ubi bakar tambah buahan-buahan. Jika mereka sendiri tidak mungkin beli di pasar, semua karena petunjuk dari bupati. Apa yang mereka beli tanpa membawah kerumah tetapi makan pada tempat secara serentak meskipun kapasitas sebagai pegawai. Di ikuti arahan Yudas Tebai, karena semua naungan di bawah dia.
Di kabupaten dogiyai bukan hanya turun pasar umum di moanemani saja. Namun, ada juga pasar cabang lain seperti distrik kamu utara dan kamu timur. Bapak bupati mau berkunjung ke tempat relative jauh tentu ia akan menggunakan berkendaraan roda empat jadikan sebagai kaki bergerak ke pasar.
Di ikuti jejak kaki bupati-bupati lain tidak melakukan program pembelanjaan di pasar sesuai dengan hari yang tentukan. Setalah jadi bupati tidak mau beli dan menikmati masakan makanan tradisi sini. Cukup mereka memuas dan menikmati masakan masyarakat nusantara, seperti mencari makanan enak-enakan di tempat makan gemerlapan.
Namun Bupati dogiyai ia tahu prosedur menumbuh ekonomi local bersama masyarakat tetapi lebih khusus juga kepada mama-mama jualan. Biasa perdagangkan barang-barang adalah akan beli masyarakat nusantara bahkan mama-mama papua. Sebagai seorang pemimpin yang figur ia tidak mau membedahkan dari terbentuk karakteristik dari kulitnya, bahasa dan keyakinannya. Tetapi ia bagaimana berusaha usaha mikro dan mezzo ini, harus bertumbuh di tengah lapisan masyarakat.
Yang sudah program tentang pembelanjaan di pasar, orang yang tinggal dan kerja lama di pemerintah kabupaten dogiyai. Ia sudah melihat kasat mata sebelah, dogiyai dari sebelum kabupaten sampai saat ini ada banyak ubi jalar, buahan-buahan dan sayur dan mayur hasil produksi dari tangan mama-mama sendiri. Yang biasa jual di pasar kemudian ada sebagian yang laku yang tidak laku bawah pulang kerumah. Fenomena yang di alami oleh mama sendiri merasa rugi karena di rumah langsung busuk, keesok hari tidak jual kembali pula ke pasar.
Yudas Tebai, persuasi kepada komprensif staf pegawai kabupaten dogiyai membeli makanan di pasar. Tidak ada yang terkecuali makanan yang mereka jualan melalui perdagangan habis dan tidak boleh bawah pulang kerumah, demikian betul-betul program ini di jalankan setiap hari jumat, ekonomi local akan bertumbuh untuk kedepan di antara mama-mama dogiyai.
Ini juga satu motivasi kepada satu keluarga, jika di pasar dari pemerintah menghabiskan jualan tentu akan kembali pada pangan lokal tergese-gese berkebun, entah di hutan maupun di daratan sama hari dan dan beda hari akan menanam sayur-mayur, ubi, dan buah-buahan apa saja, yang bersedia tanam. Mereka tahu ketika saya jual hasil kerja tangan ini, program pemerintah akan berbondong-bondong datang untuk membeli, malah mereka jual dengan lebih senang daripada bupati yang sebelumnya.
Pengajaran ini, memberi masyarakat untuk berkebun, dan hasil ini sebagian mereka jual dan kembali mempersiapkan kebutuhan rumah tangga. Untuk kuliner sebentar supaya tidak memperbolehkan untuk beli makanan datangan seperti beras supermi dan sayur dari kota. Saya percaya norma-norma yang lama bangkit dalam pola hidup keluarga akan merdeka dalam tradisi orang mee.
Para rombongan bupati turun pasar ke pasar hari yang dapat tentukan adalah setiap hari jumat, sebagai hari pembelanjaan dipasar, Bupati sebelum, belum pernah melakukan program ini, sehingga bupati sekarang dapat di laksanakan. Merasa bersyukur hari ini adalah bagi mama-mam yang berjualan di pasar, sambil menunggu menghabiskan sayur mayur, ubi dan buah-buahan 24 jam, proses melawati setiap hari kena hujan bahkan terik mata hari sampai kering pun keluar. Periode ini Kabupaten Dogiyai memberi keringan jualan dan memberi senyuman kepada mama-mama jualan Kabupaten Dogiyai. (Hubertus Gobai/Redaksi NL)





Apa komentar anda ?