ILAGA, NOKENLIVE.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Puncak resmi menutup sidang paripurna pembahasan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 dan Ranperda Non-APBD Masa Sidang Pertama, Rabu (17/9/2025). Rapat berlangsung di ruang sidang utama DPRD Puncak, dipimpin Ketua DPRD Thomas Tabuni, dan dihadiri Wakil Bupati Puncak, unsur Forkopimda, para kepala OPD, tokoh masyarakat, adat, agama, perempuan, dan pemuda.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Puncak Thomas Tabuni menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mengikuti rangkaian sidang dari pembukaan hingga penutupan. Ia menegaskan agar perubahan anggaran yang telah disetujui dapat dikelola dengan efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
“Kami meminta para kepala OPD untuk aktif menindaklanjuti hasil hearing bersama komisi, serta lebih serius memperhatikan pelayanan pendidikan dan kesehatan. Dua sektor ini adalah harapan utama masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Puncak,” ujar Thomas.
Dewan juga menyoroti proyek pembangunan fisik yang terbengkalai, seperti gedung RSUD Ilaga dan dua puskesmas di Ewangge. DPRD meminta Inspektorat serta Dinas Kesehatan menindaklanjuti persoalan tersebut. Selain itu, dewan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, mendukung program beasiswa daerah maupun luar negeri, serta meminta prioritas keterlibatan kontraktor dan tenaga kerja Orang Asli Papua (OAP) dalam proyek pemerintah.
Terkait sosial kemasyarakatan, Thomas menghimbau masyarakat agar menjaga ketertiban, menyelesaikan masalah adat di wilayah masing-masing, serta menghentikan praktik miras, perjudian, dan penyakit sosial lain. Ia juga meminta Satpol PP dan aparat TNI/Polri meningkatkan patroli rutin.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Puncak Elvis Tabuni dalam pidatonya menyampaikan bahwa perubahan APBD 2025 adalah “layar baru” untuk memperkuat arah pembangunan daerah.
“Anggaran ini adalah pelita yang harus kita nyalakan di setiap kampung dan distrik, agar tidak ada rakyat berjalan dalam gelap. Setiap rupiah adalah titipan rakyat, maka mari kita kelola dengan jujur dan tulus demi kesejahteraan masyarakat,” kata Elvis.
Bupati juga mengumumkan bahwa Kabupaten Puncak mendapat apresiasi dari Gubernur Papua Tengah dan pemerintah pusat atas capaian realisasi APBD 2025, serta akan menerima penghargaan nasional sebagai salah satu pemimpin daerah terbaik dalam ajang Asia Global Awards 2025 di Bali pada 17 Oktober mendatang.
Sidang paripurna kemudian ditutup secara resmi oleh Bupati Puncak. Ia menegaskan bahwa hasil keputusan sidang akan dievaluasi oleh Gubernur Papua Tengah sebelum ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
(Lisa)







Apa komentar anda ?