JAYAPURA, NOKENLIVE.com- Sejumlah pejabat dari negara tetangga dari Papua New Guinea (PNG), yakni Wali Kota Vanimo dan Sekda Wewak berkesempatan menghadiri undangan perayaan Hut RI ke 80 Tahun 2025 tingkat Kota Jayapura, yang berlangsung di lapangan sepakbola trikora abepura, Kota Jayapura, Papua, Minggu, (17/8/2025).
Paulus Langitan, selaku Konsulat RI di Vanimo PNG kepada wartawan di Jayapura mengatakan, beberapa pejabat negara tetangga Papua New Guinea (PNG) turut hadir dan ambil bagian dalam perayaan Hut RI ke 80 di Kota Jayapura.
Kata Paulus Langitan, dari negara vanimo yaitu Walikota Vanimo dan Sekda Kota Wewak serta rombongan yang jumlahnya sekitar belasan.
“Hadir juga anggota parlemen PNG yang merupakan tokoh masyarakat dari Vanimo yang menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan Negara PNG,” katanya.
Sementara itu, ditanya wartawan soal kerja sama kedua negara, terutama Kota Jayapura, Indonesia dan Kota Vanimo, PNG, Kata Paulus sebelumnya sudah ada kerja sama kedua negara, baik Vanimo dan Kota Jayapura yang dikenal dengan “ sister city “ dan hubungan keduanya sangat baik diberbagai bidang, yakni pendidikan, kesehatan termasuk peningkatan ekonomi rakyat dan sebagainya.
“Hubungan kerja sama kedua negara sangat berdampak, pasalnya banyak produk pangan dari indonesia melalui Kota Jayapura di jual pada negara tetangga PNG tepatnya di Kota Vanimo,” jelasnya.
Selain itu, dari sisi pendapatan pun cukup menjanjinkan bagi negara Vanimo hampir mencapai milyaran rupiah dari penjualan produk indonesia di sana (Vanimo), sedangkan dari Vanimo ke Indonesia masih sangat kurang dan harus ditingkatkan kedepan.
“Harapannya Kota Jayapura dapat menjadi gerbang ekspor indonesia ke negara PNG dan negara Pasifik dimasa mendatang,” ungkapnya.
Dia menyampaikan selamat merayakan Hut RI Ke 80 bagi Pemerintah Indonesia juga Pemkot Jayapura, kiranya hubungan kerja sama yang terjalin terus erat dalam rangka memajukan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat diantara kedua negara baik PNG dan Indonesia di Kota Vanimo maupun Kota Jayapura Indonesia. (Melviandres Pamanggori/Fredik)





Apa komentar anda ?