JAYAPURA, NOKENLIVE.com– Setelah berlangsung selama tiga hari di sekolah, akhirnya kegiatan In House Training (IHT) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Jayapura secara resmi ditutup oleh Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Jayapura Purnama Sinaga di Kafe Yesber, Kamis (31/7/2025).
Kepala SMP 2 Jayapura, Dorthea Carolina Enok mengatakan, tujuan dilakukan penutupan IHT di sini, (Cafe Yesber) adalah sebagai motivasi buat bapak/ibu guru, agar semakin semangat dalam mempersiapkan proses belajar mengajar pada Tahun Pelajaran 2025/2026 mendatang.
“Melalui kegiatan IHT para guru diingatkan kembali supaya memanfaatkan atau membentuk komunitas belajar bagi guru mata pelajaran di SMP 2 Jayapura,” ungkapnya.
Baca juga: Wujudkan Pembelajaran Yang Aktif dan Reflektif, SMPN 2 Jayapura Gelar IHT
Selain itu, untuk menyiapkan sarana prasarana pendukung proses belajar mengajar di sekolah, khususnya infocus dan laptop serta perangkat internet yang mengarah pada digitalisasi dalam proses belajar mengajar di sekolah nantinya.
Hadir juga pengawas pembina SMP Dinas Pendidikan Kota Jayapura, dan Kabid SMP Disdik Kota Jayapura serta dewan guru maupun staf tata usaha di sekolahnya.

Hal lain terkait penggunaan Dana BOS (bantuan operasional sekolah ) di SMP 2 Jayapura, Kepala Sekolah menyebutkan untuk dana bantuan operasional sekolah di Tahun 2025 belum masuk, karena harus melihat dari data pokok kependidikan(Dapodik) sekolah.
Baca juga: SMP 2 Jayapura, Terapkan Mode Anti Nyontek Di UAS Jenjang SMP Di Tahun 2024/2025
“Tahun 2024 lalu, sekolah mengelola dana BOS senilai 1,5 Miliar Rupiah yang digunakan untuk sejumlah kegiatan sesuai petunjuk teknis dari kemendikbud nasional, terkait pemanfaatan dana bos tersebut,” kata Dorthea
Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Purnama Sinaga memberikan apresiasi kepada kepala sekolah dan para dewan guru yang telah menyelesaikan kegiatan IHT secara baik dan sangat penting bagi para guru sebagai persiapan sekolah memasuki Tahun Ajaran Baru 2025/2026.
Lanjut Mantan Kepala SMPN 1 Jayapura ini, dengan IHT para guru harus menyusun pembelajaran yang berkaitan dengan nomerasi dan literasi.
Baca juga: Kepsek SMPN 2 Jayapura Berkomitmen Mensukseskan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
“Saya tekankan bahwa siswa dibilang berhasil bukan karena lulus dari kelas 9 saja, tetapi harus bermanfaat dan berguna di tengah masyarakatnya. Ini yang harus dilakukan bapak ibu di sekolah SMP 2 Jayapura pada Tahun Pelajaran 2025/2026, “ ujarnya. (Melviandres Pamanggori/Fredik)





Apa komentar anda ?