ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Minggu, April 12, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Sekretaris Partai Demokrat Papua Pegunungan: Pemilu Serentak Rugikan Demokrasi dan Budaya Lokal

Sekretaris Partai Demokrat Papua Pegunungan: Pemilu Serentak Rugikan Demokrasi dan Budaya Lokal

Wali Wonda: Mendorong Pemerintah Pusat untuk Membangun Industri Berbasis Sumber Daya Lokal

Oleh : Nokenlive
7 Juli 2025
Di Uncategorized
0
Sekretaris Partai Demokrat Papua Pegunungan: Pemilu Serentak Rugikan Demokrasi dan Budaya Lokal

Sekretaris DPD Partai Demokrat Papua Pegunungan, Wali Wonda

JAYAPURA,NOKENLIVE.com- Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Papua Pegunungan, Wali Wonda, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap dampak putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135/PUU-XXI/2024 yang mengatur pelaksanaan pemilu serentak. Menurutnya, kebijakan tersebut sangat merugikan masyarakat dan pemangku kepentingan di wilayah Papua Pegunungan.

Wali menilai bahwa pelaksanaan pemilihan kepala daerah (gubernur dan bupati), DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota secara serentak pada tanggal yang sama akan menciptakan kebingungan dan ketidaksinkronan dalam proses demokrasi, khususnya di wilayah yang masih menerapkan sistem noken.

“Sistem pemilihan di Papua Pegunungan berbeda. Dukungan masyarakat tidak bisa diserahkan secara seragam untuk semua tingkatan. Kalau pemilihan gubernur dan DPRD dilakukan bersamaan, masyarakat akan bingung memilih karena warna partai dan calon bisa berbeda. Ini akan merugikan semua pihak,” ujar Wali.

Ia menegaskan bahwa sistem noken yang masih berlaku di Papua Pegunungan memiliki dinamika tersendiri yang tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Pemilih cenderung memberikan dukungan berdasarkan keselarasan simbol partai dan tokoh lokal, sehingga pemilu serentak justru berpotensi memecah suara dan melemahkan representasi politik.

“Kalau pemilu dilakukan di hari yang sama, maka demokrasi di Papua Pegunungan akan menurun. Kami minta agar pemilihan dilakukan di bulan atau tanggal yang berbeda agar tetap ada ruang demokrasi yang sehat,” tambahnya.

Kritik terhadap Sentralisasi Kebijakan

Lebih jauh, Wali Wonda juga mengkritik pendekatan pemerintah pusat yang dinilainya terlalu sentralistik dan tidak memahami keragaman budaya serta kondisi geografis Papua.

Jakarta tidak bisa melihat Indonesia secara utuh. Kebijakan dibuat dari sudut pandang elit politik pusat, tanpa mempertimbangkan realitas sosial dan budaya di Papua. Ini bukan demokrasi yang adil,” tegasnya.

Ia menyoroti ketimpangan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat Papua, termasuk harga bahan bakar minyak (BBM) yang bisa mencapai Rp50.000,- hingga Rp100.000,- per liter di wilayah pegunungan.

“Papua masih tergantung pada Jakarta. Harga barang mahal, ekonomi sulit, dan tidak ada industri dasar. Industrik gula sebagai salah satu contoh dari bahan dasar lainnya. Kami seperti dijajah oleh negara sendiri,” ucap Wali dengan nada getir.

Usulan Pembangunan Industri Lokal

Sebagai solusi, Wali mendorong pemerintah pusat untuk membangun industri berbasis sumber daya lokal di Papua Pegunungan. Ia mencontohkan potensi pengembangan industri gula dan pertanian sebagai langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan terhadap distribusi dari luar daerah.

“Bangunlah industri di Papua Pegunungan. Tanam tebu, bangun pabrik gula, dan kembangkan ekonomi lokal. Jangan hanya menangis soal harga, tapi beri kami alat untuk mandiri,” pungkasnya.

Wali berharap pemerintah pusat, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Presiden RI, dapat mempertimbangkan kembali jadwal pemilu serentak 2029, agar lebih adil dan sesuai dengan konteks sosial-budaya Papua Pegunungan. (Redaksi/Fredik)

Tags: Papua PegununganPemilu serentakPemilu serentak rugikan masyarakatsekretaris Demokrat Papua PegununganWali Wonda
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Soroti Parkiran Mobil Lintas, DPRP Papua Tengah Minta Dishub Benahi Terminal Tipe B Di Bumi Wonorejo Nabire

Berita Selanjutnya

Sebulan Menjelang PSU, Mendagri Ganti Pj Gubernur Papua Ramses Limbong Dengan Agus Fatoni

Berita Terkait

Sekda Papua Tengah Buka Lokakarya Penyusunan Roadmap PAD Berbasis Potensi Daerah
Kabar Daerah

Sekda Papua Tengah Buka Lokakarya Penyusunan Roadmap PAD Berbasis Potensi Daerah

Papua Tengah Perkuat Layanan Kesehatan Terpadu
Papua Tengah

Papua Tengah Perkuat Layanan Kesehatan Terpadu

Wagub Papua Tengah Deinas Geley: Wartawan Adalah Cahaya di Tengah Gelapnya Informasi
Kabar Daerah

Wagub Papua Tengah Deinas Geley: Wartawan Adalah Cahaya di Tengah Gelapnya Informasi

‎Sempat Masuk DPO, Tersangka Kasus Perzinahan Dilimpahkan ke Kejari Jayapura
Uncategorized

‎Sempat Masuk DPO, Tersangka Kasus Perzinahan Dilimpahkan ke Kejari Jayapura

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua