NABIRE,NOKENLIVE.com- Pemerintah Provinsi Papua hadir mengikuti pembukaan Papua Youth Day II yang berlangsung di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (5/7/2025).
Gubernur Papua Meki Nawipa dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten II Setda Provinsi Papua Tengah Herman Kayame menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para pemuda-pemudi hebat dari lima keuskupan di Tanah Papua, para pastor, suster, panitia, serta semua yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini.
Menurut Gubernur Meki, sesuai dengan Tema yang diangkat, “Kebersamaan dalam Keanekaragaman,” sangat relevan dengan kehidupan masyarakat di Papua sebuah tanah yang kaya akan budaya, bahasa, dan tradisi, namun selalu menemukan kekuatan di dalam kebersamaan.
“Papua Youth Day adalah ruang perjumpaan tempat untuk saling mengenal, saling menguatkan, dan saling meneguhkan dalam iman,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Nokenlive.com, Sabtu malam.
Menurut Gubernur Meki, Papua Youth Day Bukan sekadar pertemuan, melainkan perayaan iman dan persaudaraan. Momentum ini menjadi bukti bahwa semangat muda Katolik di tanah Papua tidak padam, tetapi justru menyala, bertumbuh, dan siap menjadi terang di tengah masyarakat dan gereja.
“Di sini, kita belajar untuk menjadi pewarta harapan di tengah berbagai tantangan zaman,” ujarnya.
Dengan tema “Kebersamaan Dalam Keanekaragaman”, para kaum muda Katolik diajak untuk tidak hanya hadir, tetapi juga terlibat aktif membangun kehidupan yang lebih baik bagi gereja dan bangsa khususnya di Tanah Papua tercinta.
Dia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap kegiatan dengan penuh semangat, keterbukaan,dan tanggung jawab. Jadikan momen ini sebagai titik tolak bagi pertumbuhan pribadi dan pelayanan ke depan.
“Mari kita wujudkan harapan gereja menjadikan kaum muda sebagai pelopor damai, keadilan, dan kasih dalam kehidupan sehari-hari”. Ujarnya.
Selain itu, Gubernur Meki memberikan dorongan agar adik-adik para pesarta semua untuk terus menjaga semangat toleransi, menghargai perbedaan, dan merawat kebhinekaan sebagai kekuatan, bukan sebagai pemisah.
“Bangun relasi yang sehat lintas suku dan lintas iman. Jadilah agen perubahan di tengah masyarakat, di mana pun kalian berada,” harapnya.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah percaya bahwa pembangunan yang berkelanjutan tak bisa hanya bertumpu pada infrastruktur atau kebijakan, tapi harus juga bertumpu pada karakter, moral, dan nilai-nilai spiritual generasi mudanya. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting dan layak mendapat dukungan penuh. (Lisa/Fredik).






Apa komentar anda ?