JAYAPURA,NOKENLIVE.com- Festival Colo Sagu yang dilaksanakan selama tiga hari, yakni Kamis (26/6/2025) sampai dengan Sabtu (28/6/2025) berjalan dengan sukses.
Kesuksesan ini tidak terlepas dari sinergitas Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam hal ini Polresta Jayapura Kota dan Yayasan Colo Sagu Nusantara bersama masyarakat bersinergi untuk tetap melestarikan sagu sebagai pangan lokal di Papua.
Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Faizal Ramadhani secara resmi menutup rangkaian kegiatan Festival Colo Sagu 2025 yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79.
Penutupan Festival Colo Sagu di Pantai Wisata Hmensauw – Jembatan Merah, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah serta tokoh masyarakat.
Festival ini merupakan bentuk nyata komitmen kepolisian dalam melestarikan budaya lokal, khususnya kuliner berbasis sagu yang menjadi identitas penting masyarakat Papua.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ikatan sosial dan membangun ruang kebersamaan lintas generasi di tengah kemajuan zaman,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Nokenlive.com, Minggu (29/6/2025).
Penutupan Festival Colo Sagu dihadiri oleh Wali Kota Jayapura Abisai Rollo, Karo Rena Polda Papua Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Ari Wahyu Widijananto, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Jan Jan Wynand Imanuel Makatita, serta Kapolresta Jayapura Kota AKBP Fredrickus W.A. Maclarimboen.
Jenderal bintang satu ini menegaskan, Festival Colo Sagu merupakan bukti sinergitas antara institusi Polri dan masyarakat dalam melestarikan nilai-nilai kultural Papua.
“Festival ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga ruang rekonsiliasi, solidaritas, serta ekspresi identitas daerah yang sangat berharga,” tegasnya.
Festival Colo Sagu 2025 tidak hanya menghadirkan aneka kuliner tradisional, tetapi juga diramaikan dengan pertunjukan seni dan partisipasi aktif UMKM lokal.
“Antusiasme masyarakat yang hadir sangat tinggi, menandakan bahwa kegiatan ini telah menjadi ruang interaksi positif yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo mengatakan, Festival Colo Sagu adalah kegiatan yang mampu menyatukan semua elemen masyarakat.
Mantan Ketua DPRD Kota Jayapura ini berharap, kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkala, karena dinilai mampu menciptakan harmoni, kebersamaan, dan rasa cinta terhadap Kota Jayapura.
“Kegiatan ini menyatukan kita semua. Saya berharap ke depan, kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan rutin, minimal setiap bulan,” ungkapnya. (Melviandres Pamanggori/Fredik).





Apa komentar anda ?