Yalimo, Nokenlive.com – Sebuah angin segar berembus dari Tanah Yalimo, Papua Pegunungan. Di tengah geliat pembangunan dan semangat persatuan, Bupati Yalimo, Nahor Nekwek, menunjukkan sikap kenegaraan yang penuh makna. Melalui keputusan yang menyentuh hati banyak orang, sang bupati mengangkat Albert Oagay, A.Md., S.Sos, tokoh muda Gereja Katolik, sebagai Staf Khusus Bupati Kabupaten Yalimo.
Langkah ini tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Nomor 188.45/32/HKM/2025, tertanggal 16 April 2025. Namun lebih dari sekadar formalitas, keputusan ini menjadi simbol kuat perhatian pemerintah terhadap umat Katolik sebuah komunitas minoritas di tengah dominasi denominasi lain di Yalimo.
“Terima kasih kami ucapkan kepada Bupati Yalimo. Beliau telah memberikan kepercayaan besar kepada kami dengan mengangkat salah satu kader gereja sebagai Staf Khusus. Ini bentuk nyata perhatian seorang pemimpin bagi semua golongan,” ucap penuh haru Hironimus Itlay, Ketua Stasi Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaferius Elelim, Minggu (1/6/2025).
Hironimus menyampaikan rasa bangga umat Katolik atas kebijakan ini. Bagi mereka, pengangkatan Albert bukan hanya penghargaan terhadap pribadi, tapi juga pengakuan terhadap peran umat Katolik dalam pembangunan daerah. Di hadapan umat gereja, ia berkomitmen penuh mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati selama lima tahun masa kepemimpinan mereka.
Bupati Nahor Nekwek dikenal luas sebagai figur pemersatu yang menempatkan persaudaraan di atas perbedaan. Dengan menggandeng tokoh dari komunitas kecil seperti Albert Oagay, ia mengirimkan pesan kuat: Pemerintah hadir untuk semua anak bangsa, tanpa memandang latar belakang keyakinan atau suku.
Albert sendiri, dalam sambutannya, tak kuasa menahan rasa syukur. Dengan suara bergetar, ia berkata:
“Saya secara pribadi dan atas nama keluarga serta suku saya, mengucapkan terima kasih kepada Bupati. Ini bukan hanya penghargaan bagi saya, tetapi juga bagi seluruh umat Katolik di Elelim dan Yalimo.”
Albert adalah gambaran generasi muda Papua yang bangkit, meretas jalan dari altar gereja menuju panggung kebijakan publik. Ia akan menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dan langkah nyata pemerintahan daerah.
Langkah Bupati Nahor Nekwek patut dicatat sebagai teladan inklusifitas dalam tata kelola pemerintahan. Di tengah derasnya tantangan perbedaan, ia justru menjawab dengan pelukan persaudaraan.
“Kami minoritas, tapi hari ini kami merasa dilihat, dihargai, dan diberdayakan. Ini bukan hanya kebijakan, ini adalah kasih. Kami siap bergandeng tangan membangun Yalimo bersama saudara-saudari dari semua gereja dan semua latar belakang,” ujar Hironimus sambil menahan haru. ( Redaksi NL )





Apa komentar anda ?